<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743</id><updated>2012-02-07T04:37:05.293-08:00</updated><title type='text'>Lapo tuak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-7867651756059268241</id><published>2012-02-07T04:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T04:37:05.307-08:00</updated><title type='text'>Fatwa MUI Tangerang tentang sepak bola di Tangerang raya.</title><content type='html'>TANGERANG - Pertandingan sepakbola antara Persikota dengan Persita selalu berujung tawuran dan pengerusakan. Kondisi ini pun membuat gerah sejumlah pihak, termasuk tokoh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang sampai-sampai sepakat mengeluarkan fatwa mendukung pelarangan pertandingan sepak bola antara kedua klub ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini yang terjadi, pertandingan sepak bola lebih sedikit manfaatnya dibandingkan dampak positifnya. Maka kami mendukung bila pertandingan sepak bola di Kota Tangerang yang makin meresahkan ini dihentikan dan ditiadakan," kata Ketua Majelis Fatwa MUI Kota Tangerang KH Baijuri Khotib, Selasa (7/2/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa MUI Kota Tangerang ini berbunyi "Menolak kerusakan harus didahulukan daripada mendapatkan manfaatnya". Fatwa ini disampaikan untuk menyikapi masalah persepakbolaan di Kota Tangerang yang kian mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat, lanjut Baijuri, pihaknya juga berencana menyambangi Polres Metro Kota Tangerang untuk meminta Kapolres agar tidak menandatangani izin penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Kota Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, diakui Baijuri, upaya ini pernah ditempuh pada masa kepemimpinan Kapolres namun tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Mantan pengurus Persikota Ebrown Lubuk, mendukung upaya MUI untuk meniadakan pertandingan sepak bola di Kota Tangerang. Pasalnya panitia pelaksana pertandingan kerap lepas tangan saat terjadi aksi tauran yang menelan korban dan merusak fasilitas umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertandingan sepak bola di stadion Benteng lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Makanya lebih baik dihentikan dan jangan dilaksanakan lagi sebelum jatuh korban lebih banyak dan kerusakan fasilitas umum lainnya," ujar Ebrown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, sikap arogan para suporter ini selain sering membuat kemacetan, tawuran juga sering kali merembet pada kerusakan fasilitas umum dan jatuhnya korban jiwa maupun luka. “Makanya pertandingan Persikota dan Persita di Kota Tangerang ditiadakan,” tegasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-7867651756059268241?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/7867651756059268241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2012/02/fatwa-mui-tangerang-tentang-sepak-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7867651756059268241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7867651756059268241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2012/02/fatwa-mui-tangerang-tentang-sepak-bola.html' title='Fatwa MUI Tangerang tentang sepak bola di Tangerang raya.'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-8383477226091501160</id><published>2012-02-03T06:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T06:33:34.272-08:00</updated><title type='text'>Tuah Persikota di saat Hujan</title><content type='html'>Persikota 2 - 1 PSSB bireuen (Gendut Doni 41 &amp; 86, Jalwandi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skuadra PSSB Bireuen kembali menelan kekalahan ketika melawan Persikota Tangerang, 1-2, dalam lanjutan kompetisi divisi utama versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Jumat (3/2/2012) petang di Stadion Benteng Tangerang, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSB yang diperkuat alumni Paraguay hanya butuh waktu lima menit untuk menjebol gawang tuan rumah Persikota. Gol Bireuen melalui jasa Jalwandi. Namun, kemenangan PSSB dipupus oleh dua gol Gendut Doni menit 41 lewat tendangan penalti, dan menit 86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:: Fight for glory ::.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-8383477226091501160?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/8383477226091501160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2012/02/tuah-persikota-di-saat-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8383477226091501160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8383477226091501160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2012/02/tuah-persikota-di-saat-hujan.html' title='Tuah Persikota di saat Hujan'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-6902369783905214175</id><published>2011-06-16T06:44:00.001-07:00</published><updated>2011-06-16T06:44:56.561-07:00</updated><title type='text'>Tanpa APBD, Persikota siap gandeng sponsor.</title><content type='html'>Persikota Tangerang mengaku siap menjalani kompetisi Divisi Utama musim depan atau periode 2011/2012 tanpa menggunakan dana bantuan APBD.&lt;br /&gt;"Meski pelarangan untuk menggunakan dana APBD masih bersifat wacana, namun kami tidaklah khawatir. Karena kami sangat siap meski tanpa menggunakan APBD," ungkap Bendahara Persikota, Bambang Suwondo , Rabu (15/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan diri mengikuti kompetisi tanpa bantuan dana APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mendapatkan sponsor baru, yakni PT Angkasa Pura II," lanjutnya.&lt;br /&gt;Bambang menambahkan, PT Angkasa Pura II akan mensponsori tim kebanggaan Benteng Mania Fans Club (BMFC) selama satu musim kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pria tiga anak tersebut enggan menyebutkan besaran dana yang akan diberikan PT Angkasa Pura II.&lt;br /&gt;"Masalah itu sepertinya tidak perlu disebutkan. Yang jelas kami bersyukur karena PT Angkasa Pura II mau membantu Persikota," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kali pertama PT Angkasa Pura II mensponsori Persikota. "Mudah-mudahan kerja sama kami terus berlanjut," harapnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-6902369783905214175?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/6902369783905214175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/06/tanpa-apbd-persikota-siap-gandeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6902369783905214175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6902369783905214175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/06/tanpa-apbd-persikota-siap-gandeng.html' title='Tanpa APBD, Persikota siap gandeng sponsor.'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-572527706298627579</id><published>2011-04-01T06:15:00.001-07:00</published><updated>2011-04-01T06:17:31.902-07:00</updated><title type='text'>Bisnis PTC (paid to clik)</title><content type='html'>Apa itu PTC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTC (Paid to Click) merupakan sebuah program advertising yang memberikan komisi kepada pembaca yang menge-klik dan melihat iklan yang mereka sediakan. Ada banyak situs PTC seperti Bux.to, Titanclicks, Advercash, dll. Setiap situs memberikan bayaran yang berbeda untuk setiap klik iklan. Misalnya bux.to memberi U$0.01 untuk setiap iklan yang diklik.&lt;br /&gt;Bagaimana kita mendapatkan uang dari PTC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya sebutkan di atas. Hanya dengan menge-klik iklan yang mereka sediakan lalu U$0.01 akan ditambahkan ke akun kita. Namun disini ada aturannya. Kita harus menunggu selama beberapa detik untuk setiap iklan yang kita klik, sebelum kita menge-klik iklan berikutnya. Timer ini juga berbeda-beda untuk setiap situs. Ada yang hanya 10 detik, 20 detik, 30 detik, bahkan 40 detik.&lt;br /&gt;Uang kita akan ditransfer via PayPal, AlertPay atau e-Gold setelah mencapai minimal cashout (tiap program memiliki batas yang berbeda-beda tapi rata-rata mensyaratkan minimal $10).&lt;br /&gt;Haruskah kita membayar untuk mendaftar pada program-program ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Tidak dikenakan biaya pendaftaran. Cukup mengisi formulir pendaftaran online (biasanya cuma nama, email, username, password). Tetapi kita harus membayar untuk meng-upgrade account gratisan kita ke account premium. Dengan begini kita dapet full access ke iklan-iklan yang disediakan. Alias jumlah iklan yang di-klik juga lebih banyak. Tapi jika tidak ingin upgrade juga tak apa.&lt;br /&gt;Apa itu Referral?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referral adalah bagaimana seseorang terhubung atau mengikuti situs tertentu atas rekomendasi kita. Disini, referral berupa sebuah alamat unik yang berbeda untuk setiap account. Jika orang mendaftar ke sebuah situs dengan sumber alamat unik dari kita ini, maka kita akan memperoleh komisi. Begitu juga pada program PTC. Kita bisa menggandakan pendapatan kita dari sebuah situs PTC. Komisi ini termasuk: sign up, referral clicks (jika referral anda mulai nge-klik iklan), upgrades (jika referral anda upgrade ke premium account), bonuses (tergantung pada situs PTC yang anda ikuti).&lt;br /&gt;Apakah pendapatan kita berkurang/dipotong jika kita mendaftar atas referral orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: TIDAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips &amp; Trik Bermain PTC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu berkomitmen untuk memberikan informasi yang berguna bagi pembaca. Dulu saya membagikan tips dan trik adsense ketika adsense lagi heboh2nya di dua tahun lalu. Sambutannya cukup lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini bagi yang lagi menimba uang dari ptc, saya ingin berikan panduan gratis tentang tips dan trik cara bermain ptc yang elegan tanpa curang, tanpa hack, tanpa software / program pengclick iklan otomatis yang bisa dikenal dengan nama autosurf. Saya tidak menyarankan hal-hal yang illegal semacam itu, biasakan budaya yang baik dan benar serta halal dalam mencari rezeki, kita mahkluk yang beragama bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, silahkan baca baik-baik panduan lengkap dan gratis tips dan trik bermain aman dan keren ptc di bawah ini, saya berikan beberapa point-point penting saja. Berikut ini tips dan trik bermain ptc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Cek dahulu situs yang tidak scam, tentunya sudah ada bukti payout dari beberapa sumber di internet, bila perlu tengok trend Alexa mereka, bagaimana trend grafiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Gunakan instinct dan instuisi anda untuk menebak / memprediksi web yang kita ingin join bisa dipercaya.&lt;br /&gt;Cara / tips yang paling sederhana adalah dari desain webnya, apakah amburadul atau tidak? Ingat sebuah motto: “Kesan pertama begitu menggoda…”.&lt;br /&gt;Tapi tentunya ini hanya teori saya belaka, tidak menjadi sebuah absolut teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Bermain aman dengan satu akun saja, jangan referensikan saudara serumah, apalagi anda sendiri mendaftar jadi referral akun anda sendiri, jadi anak manis aja :-) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Usahakan sebisanya hanya menggunakan sebuah IP saja, cari koneksi yang memberikan IP statik, maksudnya IP yang statis sehingga nantinya kalau pas lagi apesnya, referral atau orang lain yang kebetulan mengunjungi website ptc tsb kebetulan mempunyai IP yang pernah kita pakai pada hari selanjutnya, sama-sama dibanned karena dianggap double account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Usahakan kalau main ke warnet, harus mengclear semua cookie dan jangan meninggalkan jejak dibookmark atau Add to Favorit karena untuk menghindari anggapan double account dari pihak penyedia ptc juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jangan gunakan software autoclick / autosurf, tidak ada jaminan keberhasilannya, sial-sial malah kita bisa dibanned. Mungkin awalnya dibiarin sama pengelola situs, namun ketika pas cashout, kita justru ditendang dari peredaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk cashout, biasanya ada situs yang menaikkan batas minimum payout sehingga membuat kita deg-degan kalau situs tersebut bangkrut, dana hasil jerih payah klik kita sia-sia ludes bersama dengan bangkrutnya situs tsb seperti yang terjadi pada buxout dan thinkbux, untuk mencegah hal itu terjadi, coba baca berapa minimum payout mereka, anggap saja $10, maka kita bisa deposit dahulu kepada mereka mungkin sekitar $8 sehingga ketika kita sudah klik dengan hasil lebih dari $2, yang jika dikalkulasikan akan menjadikan dana kita mencapai batas minimum $10.&lt;br /&gt;Cepat-cepat tarik dana dari sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jika sebuah situs menunjukkan tanda-tanda aneh, spt halnya forumnya ditutup, memaksa kita untuk upgrade, iklan-iklan yang ditawarkan hanya sebatas upgrade dan rent referral serta pengumuman situs yang bersangkutan, ataupun tiba-tiba akun kita diturunkan harga per kliknya, cabut aja buru-buru, jangan habiskan energi dan bandwith kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Promosikan referral ke forum-forum atau shoutbox dan instant messenger, bahkan melalui social network seperti Twitter dan Facebook, cukup efektif jika anda mempunyai banyak teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk yang ingin berspekulasi dengan menyewa referral, cari website ptc yang “memaksa” membernya untuk mengclick iklan dalam jumlah minimum tertentu setiap hari, hal ini sangat bagus untuk menjaga para referral tetap melek setiap hari tidak berani absen untuk klik iklan.Situs seperti neobux dan beberapa situs lain sudah menerapkan hal ini, boleh dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Menutup link referral dengan trik code HTML atau bahkan kalau mungkin, pakai javascript untuk memanipulasi window status bar. Trik ini dipakai karena banyak sekali orang yang tidak rela kalau dirinya menjadi downline seseorang, padahal jelas-jelas mereka tidak akan rugi apapun. Situs ptc sudah mempunyai kalkulasi tersendiri. Jadi please, jadi downline saya ya jika anda ingin menumpahkan rasa terima kasih kepada saya atas tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Saya sarankan jangan matikan mode gambar dari browser untuk menghemat bandwith karena justru sekarang banyak web ptc yang menerapkan captcha untuk validasi kita tidak menggunakan program autosurf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-572527706298627579?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/572527706298627579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/04/bisnis-ptc-paid-to-clik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/572527706298627579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/572527706298627579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/04/bisnis-ptc-paid-to-clik.html' title='Bisnis PTC (paid to clik)'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-695229013170607103</id><published>2011-03-04T06:36:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T06:39:06.129-08:00</updated><title type='text'>Dubes RI di Swiss: Nurdin Halid Bohong</title><content type='html'>Duta Besar Republik Indonesia di Swiss, Djoko Susilo, menyatakan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Nurdin Halid selama ini telah melakukan kebohongan ke publik.&lt;br /&gt;Berita terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komite Eksekutif FIFA Bahas Nasib Nurdin Halid Hari Ini  &lt;br /&gt;    * Hayono Isman: Nurdin Jangan Jegal Kompetitor Calon Ketum PSSI  &lt;br /&gt;    * Pecinta Sepak Bola Jambi Beberkan Dosa Nurdin Halid  &lt;br /&gt;    * Kongres di Solo akan Kembalikan Roh PSSI  &lt;br /&gt;    * Persik Tetap Tolak Nurdin, Bukan Memusuhi PSSI  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko mengatakan kebohongan yang dimaksud yaitu FIFA pada Juni 2007 lalu sebenarnya sudah melarang Nurdin menjadi Ketua Umum PSSI karena sudah pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan dan dihukum. FIFA dalam suratnya ke PSSI juga meminta PSSI harus melakukan pemilihan ulang Ketua Umum PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Nurdin dan petinggi PSSI lainnya menyembunyikan isi surat FIFA itu dan tetap menjabat hingga sekarang. Ini tindakan kebohongan, ini sudah kriminal sebenarnya," kata Djoko kepada Tempo, Kamis (3/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan isi surat FIFA yang seperti itu, kata Djoko, seharusnya pengurus PSSI sekarang tidak sah atau telah dianulir FIFA sejak 2007. "Seharusnya kan ada pemilihan ulang, tapi PSSI tidak melakukan itu tahun 2007 lalu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko mengatakan dengan terkuaknya kebohongan PSSI ini, seharusnya Nurdin dan Nugraha Besoes bisa digugat. "Mereka sudah tahu ada surat FIFA Juni 2007 yang isinya seperti itu, tapi kenapa didiamkan, tidak dilaksanakan? Kenapa pengurus PSSI menyembunyikan adanya perintah pemilihan ulang? Pemilihan 2007 itu tidak sah," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko, FIFA selama ini hanya mendapat informasi sepihak dari PSSI saja mengenai sepak bola di Tanah Air dan segala permasalahannya. FIFA tidak pernah mendengar informasi dari pihak lain. "Pantas saja orang-orang PSSI kalau ke Zurich (Markas FIFA di Swiss) selama ini tidak berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Swiss. Jadi seperti ada yang mereka tutupi, tidak seperti pengurus cabang olahraga lainnya yang koordinasi dengan kami," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko mengatakan pekan depan ia sudah menjadwalkan bertemu dengan Presiden FIFA Sepp Blatter untuk mengadukan Nurdin cs atas perbuatannya selama ini. "Saya setuju dengan Menpora untuk meluruskan penyimpangan di tubuh PSSI, ini bukan intervensi pemerintah," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BASUKI RAHMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copas dari : www.tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-695229013170607103?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/695229013170607103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/03/dubes-ri-di-swiss-nurdin-halid-bohong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/695229013170607103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/695229013170607103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/03/dubes-ri-di-swiss-nurdin-halid-bohong.html' title='Dubes RI di Swiss: Nurdin Halid Bohong'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-2024179177440175463</id><published>2011-02-14T04:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T04:45:54.273-08:00</updated><title type='text'>SiSingamangaraja XII</title><content type='html'>Raja Si Singamangaraja XII lahir di Bakara ditepian Danau Toba sebelah Selatan pada tahun 1848. Saat ini Bakara merupakan suatu kecamatan dalam Kabupaten Humbang Hasundutan. Nama kecilnya adalah Patuan Bosar gelar Ompu Pulo Batu. Sebagaimana leluhurnya, gelar Raja dan kepemimpinan selalu diturunkan dari pendahulunya secara turun temurun. Ketika Patuan Bosar dinobatkan menjadi Raja Si Singamangaraja XII pada tahun 1871, waktu itu umurnya baru 22 tahun dalam usia yang masih muda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Si Singamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang ‘tarbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sebagaimana dengan Raja Si Singamangaraja I sampai XI, beliau juga merupakan seorang pemimpin yang sangat menentang perbudakan yang memang masih lazim masa itu. Jika beliau pergi ke satu desa (huta), beliau selalu meminta agar penduduk desa tersebut memerdekakan orang yang sedang dipasung karena hutang atau kalah perang, orang-orang yang ditawan yang hendak diperjualbelikan dan diperbudak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia seorang pejuang sejati, yang anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir hayat. Perjuangannya untuk memerdekakan ‘manusia bermata hitam’ dari penindasan penjajahan si mata putih (sibontar mata), tidak terbatas pada orang Tapanuli (Batak) saja, tetapi diartikan secara luas dalam rangka nasional. Semua orang yang bermata hitam dianggapnya saudara dan harus dibela dari penjajahan si mata putih (sibontar mata). Dia merasa dekat dengan siapa saja yang tidak melakukan penindasan, tanpa membedakan asal-usul. Maka ia pun mengangkat panglimanya yang berasal dari Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Raja Si Singamangaraja XII melawan Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dapat dipadamkannya “Perang Paderi” melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan. Minangkabau jatuh ke tangan Belanda, menyusul daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padang Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sejak tahun 1837, Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian, yaitu daerah-daerah yang telah direbut Belanda menjadi daerah Gubernemen yang disebut “Residentie Tapanuli dan Onderhoorigheden”, dengan seorang Residen berkedudukan di Sibolga yang secara administratif tunduk kepada Gubernur Belanda di Padang. Sedangkan bagian Tanah Batak lainnya, yaitu daerah-daerah Silindung, Pahae, Habinsaran, Dairi, Humbang, Toba, Samosir, belum berhasil dikuasai oleh Belanda dan tetap diakui Belanda sebagai Tanah Batak yang merdeka, atau ‘De Onafhankelijke Bataklandan’. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Si Singamangaraja XII yang masih muda. Sebenarnya berita tentang masksud Belanda untuk menguasai seluruh Sumatera ini sudah diperkirakan oleh kerajaan Batak yang masa itu masih dipimpin oleh Raja Si Singamangaraja XI yaitu Ompu Sohahuaon. Sebagai bukti untuk ini, salah satu putrinya diberi nama Nai Barita Hulanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh. Saat itu Tanah Batak di mana Raja Si Singamangaraja XII berkuasa, masih belum dijajah Belanda. Tetapi ketika 3 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1876, Belanda mengumumkan “Regerings” Besluit Tahun 1876″ yang menyatakan daerah Silindung/Tarutung dan sekitarnya dimasukkan kepada kekuasaan Belanda dan harus tunduk kepada Residen Belanda di Sibolga, Raja Si Singamangaraja XII cepat mengerti siasat strategi Belanda. Kalau Belanda mulai menguasai Silindung, tentu mereka akan menyusul dengan menganeksasi Humbang, Toba, Samosir, Dairi dan lain-lain. Raja Si Singamangaraja XII cepat bertindak, Beliau segera mengambil langkah-langkah konsolidasi. Raja-raja Batak lainnya dan pemuka masyarakat dihimpunnya dalam suatu rapat raksasa di Pasar Balige, bulan Juni 1876. Dalam rapat penting dan bersejarah itu diambil tiga keputusan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Menyatakan perang terhadap Belanda&lt;br /&gt;2. Zending Agama tidak diganggu&lt;br /&gt;3. Menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terlihat dari peristiwa ini, Raja Si Singamangaraja XII lah yang dengan semangat tinggi, mengumumkan perang terhadap Belanda yang ingin menjajah. Terlihat pula, Raja Si Singamangaraja XII bukan anti agama dan di zamannya, sudah dapat membina azas dan semangat persatuan dengan suku-suku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya. Dimulai di Bahal Batu, Humbang, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa. Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Si Singamangaraja XII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pasukan Belanda yang datang menyerang ke arah Bakara, markas besar Raja Si Singamangaraja XII di Tangga Batu dan Balige mendapat perlawanan dan berhasil dihambat. Belanda merobah taktik, pada babak berikutnya ia menyerbu ke kawasan Balige untuk merebut kantong logistik Raja Si Singamangaraja XII di daerah Toba, untuk selanjutnya mengadakan blokade terhadap Bakara. Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Raja Si Singamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea. Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Raja Si Singamangaraja XII, kini giliran Toba dianeksasi Belanda. Namun Belanda tetap merasa penguasaan tanah Batak berjalan lamban.Untuk mempercepat rencana kolonialisasi ini, Belanda menambah pasukan besar yang didatangkan dari Batavia (Jakarta sekarang) yang mendarat di Pantai Sibolga. Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan. Raja Si Singamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede. Pasukan Raja Si Singamangaraja XII juga dikerahkan berupa kekuatan laut dari Danau Toba yang menyertakan pasukan sebanyak 800 orang dengan menggunakan 20 solu bolon. Pertempuran besar pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahun 1883, Belanda benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya dan Raja Si Singamangaraja XII beserta para panglimanya juga bertarung dengan gigih. Tahun itu, di hampir seluruh Tanah Batak pasukan Belanda harus bertahan dari serbuan pasukan-pasukan yang setia kepada perjuangan Raja Si Singamangaraja XII. Namun pada tanggal 12 Agustus 1883, Bakara, tempat Istana dan Markas Besar Raja Si Singamangaraja XII berhasil direbut oleh pasukan Belanda. Raja Si Singamangaraja XII mengundurkan diri ke Dairi bersama keluarganya dan pasukannya yang setia, juga ikut Panglima-panglimanya yang terdiri dari suku Aceh dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Regu pencari jejak dari Afrika, juga didatangkan untuk mencari persembunyian Raja Si Singamangaraja XII. Barisan pelacak ini terdiri dari orang-orang Senegal. Oleh pasukan Raja Si Singamangaraja XII barisan musuh ini dijuluki “Si Gurbak Ulu Na Birong”. Tetapi pasukan Raja Si Singamangaraja XII pun terus bertarung. Panglima Sarbut Tampubolon menyerang tangsi Belanda di Butar, sedang Belanda menyerbu Lintong dan berhadapan dengan Raja Ompu Babiat Situmorang. Tetapi Raja Si Singamangaraja XII menyerang juga ke Lintong Nihuta, Hutaraja, Simangarongsang, Huta Paung, Parsingguran dan Pollung. Panglima Raja Si Singamangaraja XII yang terkenal Amandopang Manullang tertangkap. Dan tokoh Parmalim yang menjadi Penasehat Khusus Raja Si Singamangaraja XII, Guru Somaling Pardede juga ditawan Belanda. Ini terjadi pada tahun 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil menguasai Aceh sehingga pada tahun 1890 pasukan khusus Marsose yang tadinya ditempatkan di Aceh, dikerahkan untuk menyerang Raja Si Singamangaraja XII di daerah Parlilitan. Mendapat penyerangan yang tiba-tiba dan menghadapi persenjataan yang lebih modern dari Belanda, akhirnya perlawanan gigih pasukan Raja Si Singamangaraja XII pun terdesak. Dari situlah dia dan keluarga serta pasukannya menyingkir ke Dairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Si Singamangaraja XII melanjutkan peperangan secara berpindah-pindah di daerah Parlilitan selama kurang lebih 22 tahun, disetiap persinggahaannya Beliau selalu memberikan pembinaan pertanian, adat istiadat (hukum) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga menimbulkan kesetiaan dan dukungan rakyat untuk berjuang.walaupun banyak di antara penduduk yang mendapat siksaan dan pukulan dengan rotan dan bahkan sampai terbunuh, karena tidak mau bekerja-sama dengan Belanda. Termasuk untuk menunjukkan tempat pasukan dan Raja Si Singamangaraja XII berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pasukan Raja Si Singamangaraja XII di Dairi ini merupakan gabungan dari suku Batak dan suku Aceh. Pasukan ini dipimpin oleh putranya Patuan Nagari. Panglima-panglima dari suku Batak Toba antara lain, Manase Simorangkir dari Silindung, Rior Purba dari Bakara, Aman Tobok Sinaga dari Uruk Sangkalan dan Ama Ransap Tinambunan dari Peabalane. Dari suku Aceh antara lain Teuku Sagala, Teuku Nyak Bantal, Teuku Nyak Ben,Teuku Mat Sabang, Teuku Nyak Umar, Teuku Nyak Imun, Teuku Idris. Sedang dari rakyat Parlilitan antara lain: Pulambak Berutu, Tepi Meha, Cangkan Meha, Pak Botik Meha, Pak Nungkun Tinambunan, Nangkih Tinambunan, Pak Leto Mungkur, Pak Kuso Sihotang, Tarluga Sihombing dan Koras Tamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pasukan Raja Si Singamangaraja XII ini dilatih di suatu gua yang bernama Gua Batu Loting dan Liang Ramba di Simaninggir. Gua ini berupa liang yang terjadi secara alamiah dengan air sungai di bawah tanah. Tinggi gua sekitar 20 meter dan mempunyai cabang-cabang yang bertingkat-tingkat. Sirkulasi udara di dalam gua cukup baik karena terbuka ke tiga arah, dua sebagai akses keluar masuk dan satu menuju ke arah air terjun. Jarak dari pintu masuk ke air terjun didalam gua lebih dari 250 meter. Dengan demikian, di dalam gua ini dimungkinkan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari bagi seluruh pasukan yang dilatih tanpa harus keluar dari gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pihak penjajah Belanda juga melakukan upaya pendekatan (diplomasi) dengan menawarkan Raja Si Singamangaraja XII sebagai Sultan Batak, dengan berbagai hak istimewa sebagaimana lazim dilakukan Belanda di daerah lain. Namun Raja Si Singamangaraja XII menolak tawaran tersebut. Sehingga usaha untuk menangkapnya mati atau hidup semakin diaktifkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pengepungan yang ketat selama tiga tahun, akhirnya markasnya diketahui oleh serdadu Belanda. Dalam pengejaran dan pengepungan yang sangat rapi, peristiwa tragis pun terjadi. Dalam satu pertempuran jarak dekat, komandan pasukan Belanda kembali memintanya menyerah dan akan dinobatkan menjadi Sultan Batak. Namun pahlawan yang merasa tidak mau tunduk pada penjajah ini lebih memilih lebih baik mati daripada menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun 1907, pasukan Belanda yang dinamakan Kolonel Macan atau Brigade Setan mengepung Raja Si Singamangaraja XII. Pertahanan Raja Si Singamangaraja XII diserang dari tiga jurusan. Tetapi Raja Si Singamangaraja XII tidak bersedia menyerah. Kaum wanita dan anak-anak diungsikan secara berkelompok-kelompok, namun kemudian mereka tertangkap oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17 Juni 1907, di pinggir bukit Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Raja Si Singamangaraja XII oleh pasukan Marsose Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Raja Si Singamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian. Raja Si Singamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian, yang gugur di pangkuannya. Dalam peristiwa ini juga turut gugur banyak pengikut dan beberapa panglimanya termasuk yang berasal dari Aceh, karena mereka juga berprinsip pantang menyerah. Pengikut-pengikutnya yang lain berpencar dan berusaha terus mengadakan perlawanan, sedangkan keluarga Raja Si Singamangaraja XII yang masih hidup dihina dan dinista, dan kemudian ditawan di internering Pearaja Tarutung. Semua mereka merupakan korban perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perang yang berlangsung selama 30 tahun itu memang telah mengakibatkan korban yang begitu banyak bagi rakyat termasuk keluarga Raja Si Singamangaraja XII sendiri. Walaupun Raja Si Singamangaraja XII telah wafat, tidak berarti secara langsung membuat perang di tanah Batak berakhir, sebab sesudahnya terbukti masih banyak perlawanan dilakukan oleh rakyat Tapanuli khususnya pengikut dari Raja Si Singamangaraja XII sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jenazah Raja Si Singamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dibawa dan dikuburkan Belanda di tangsi Tarutung. Pada Tahun 1953, Raja Si Singamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dimakamkan kembali di Makam Pahlawan Nasional Soposurung Balige yang dibangun oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga. Digelari Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 590 tertanggal 19 Nopember 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikianlah, tanpa kenal menyerah, tanpa mau berunding dengan penjajah, tanpa pernah ditawan, gigih, ulet, militan, Raja Si Singamangaraja XII selama selama tiga dekade, telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara. Itulah yang dinamakan “Semangat Juang Raja Si Singamangaraja XII”, yang perlu diwarisi seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda. Raja Si Singamangaraja XII benar-benar patriot sejati. Beliau tidak bersedia menjual tanah air untuk kesenangan pribadi. Hal ini menumbuhkan semangat persatuan dan kemerdekaan di hati rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-2024179177440175463?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/2024179177440175463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/sisingamangaraja-xii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/2024179177440175463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/2024179177440175463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/sisingamangaraja-xii.html' title='SiSingamangaraja XII'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-6484599891952353701</id><published>2011-02-09T00:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T00:35:20.106-08:00</updated><title type='text'>Isi SKB 3 Menteri</title><content type='html'>7 Butir SKB 3 Menteri, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dnan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, 09 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-6484599891952353701?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/6484599891952353701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/isi-skb-3-menteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6484599891952353701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6484599891952353701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/isi-skb-3-menteri.html' title='Isi SKB 3 Menteri'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-1173747457017132238</id><published>2011-02-07T02:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T02:42:24.941-08:00</updated><title type='text'>PUNK : sub - kultur atau kultur perlawanan</title><content type='html'>Sejak ledakan besar dalam tahun 1976-1977 punk rock telah banyak menarik perhatian dari para budayawan / sarjana teoritis seperti Dick Hebdige, Stuart Hall, dan Griel Marcus. Para cendekiawan ini bagaimanapun kurang berhasil melihat dari sisi perkembangan musik underground ini sejak lahir pada akhir tahun '70an. Politik-politik dari punk, musik dan fesyen berkembang besar ketika tahun 1980an, sebagaimana produksi, distribusi dari rekaman punk dan literaturnya. Dari evolusi ini, maka sangat wajar untuk kembali menganalisa beberapa dari asumsi-asurnsi yang dibuat oleh para sarjana kebudayaan semasa jaman-jaman awal punk. Beberapa penyelidikan sebelumnya hanya berkonsentrasi pada era tahun 1977, sebagai contoh band-band seperti the Sex Pistols. Dalam jangka pendek beberapa tahun semua band ini melembutkan musiknya menjadi versi yang lebih mudah dinikmati dan lebih mudah dipasarkan (sebutan lain adalah “new wave") atau bahkan menghilang ke dalam ketidakjelasan. Bagaimanapun, punk belum mati, dan secara sederhana bergeser secara “bawah tanah” atau underground untuk melanjutkan perkembangannya. Awal 1980an, underground punk mulai bertransformasi menjadi “hardcore” punk. Musiknya menjadi lebih keras, cepat dan memulai proses pencampuran dengan musik heavy metal. The scene atau komunitas punk, menjadi underground dan menjadi lebih politis, baik secara reaktif (kritis melihat sesuatu yang terjadi), dan perhatiannya dalam sebuah kejujuran dalam style, gaya. Sebelumnya punk telah dikategorikan sebagai working class youth sub-culture atau cabang budaya dari kaum muda kelas menengah ke bawah, kaum pekerja, yang menyebar cepat ke Amerika dan berevolusi semasa jaman punk tahun 1980an untuk menampilkan karakteristik dari middle-class counter-culture atau kultur perlawanan/tandingan dari masyarakat kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor dominan dari punk adalah sebuah subkultur berdasar dari simbolisasi dan bentuk-bentuk spektakuler dari perlawanan, resistensi. Punks menggunakan gaya (musik, fesyen, bahasa slang, dll.) sebagaimana Dick Hebdige menggambarkan seperti berikut : "Untuk menciptakan sesuatu dari apa yang diciptakan dan mereka - membumbui, menghias, parodi dan apapun yang memungkinkan membangkitkan posisi dari posisi yang lebih rendah yang bukan merupakan pilihan meraka." Bagaimanapun, sebagaimana punk makin bertambah berpindah underground dan berkembang, punk mulai menarik elemen-elemen yang vokal dari intelektual-intelektual yang kecewa, terutama dari kaum muda kelas menengah pinggiran (suburban middle-class youth). Ini membantu punk bertransformasi menjadi gerakan yang lebih berartikulasi dari protes-protes politik dan kritik seperti yang telah digambarkan oleh Stuart Hall tentang middle-class counter-culture untuk akhir 1960an dan awal 1970an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hall dan kolega-koleganya mencurahkan sebuah bagian dari hasil kerja mereka ke dalam sebuah “perang” sub-kultur kaum muda di Inggris ke pemeriksaan dari middle-class counter-culture seperti hippie dan yippie. Dengan inilah punk menjadi lebih dekat daripada dibandingkan dengan subkultur mod atau subkultur rocker. Penting untuk mengingat bahwa studi ini sudah lengkap sebelum punk bangkit dan definisinya mudah diaplikasikan dan bertahan tetap untuk ledakan yang saat itu sedang membara diatas permukaan kultur pop pada era tahun 1970an. Counter-culture menempatkan tekanan yang besar dalam simbolisasi secara politis dari bentuk-bentuk perlawanan, pada individu dan kolektif, dan penolakan terhadap nilai- nilai dibandingkan dengan kesetiaan terhadap suatu kelas atau tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ledakan punk pada tahun 77, punk menyebar dari Eropa ke Amerika dan akhirnya hampir semua daerah urban di dunia. Anak-anak muda mengambil alih musik, fesyen, dan gaya dari punk. Mengambil gambar atau image dari pemberontakan yang ditawarkan oleh industri musik secara serius, punks menumbangkan mereka, membuat mereka menjadi dasar atau basis dari sebuah subkultur underground yang timbul. Punk menjadi berbagai variasi musik dan arah penggayaan dengan setiap simbol-simbol politik dan nilai-nilai. Lingkungan pergaulan punk menjadi “payung” dan memayungi segala bentuk dari ekspresi pribadi atau self-expression. Terbentuk pada akhir 1970an, punk memiliki label rekaman sendiri, pers, fesyen, bahasa “prokem” atau slang dan jaringan distribusi yang ditempatkan secara underground, dengan jaringan-jaringan komunikasi dan transfer dari artefak budaya yang di desentralisasi a yang tidak terkait. Isolasi ini mungkin merupakan Catalan dari ketidak jelasan punk didalam studi-studi tentang sub-sub anak muda, youth subs, dan budaya perlawanan sejak tahun 1970an. Kemajuan dalam murah, dan keberadaan peralatan rekaman, tetah membuat elemen- teknologi seperti penerbitan desktop (desktop publication), perekam kaset mandiri (home cassette dubbing), foto kopi yang cepat dan murah, dan keberadaan peralatan rekaman, telah membuat elemen-elemen punk yang telah terpolitisir menjadi sebuah perindustrian rakyat, kaum underground. Pilihan seperti ini didorong oleh keinginan untuk tetap membuat punk aman dari tangan-tangan kapitalis yang mengeksploitasi melalui industri musik. Etika “do-lt-yourself” atau lebih dikenal dengan “d.i.y” tumbuh secara ekstensif pada tahun 1980an. Apapun yang d.i.y, betul-betul dipertimbangkan dan dekat dengan “true spirit” dan punk dimana menekan kontrak dengan major label atau label rekaman mayor adalah suatu bentuk pengambilalihan hukum terhadap punk, dan dianggap “sell-out” atau menjual diri dari gaya. Ketika ini membuat impresi dari bentuk sebuah budaya perlawanan underground yang swatantra, punk tetap tersebar. Punk secara luas telah mengalami perkawinan silang dengan underground metal. Dari awal punk telah meminjam fesyen dari para bikers, rockers, para pemberontak dari subkultur sebelumnya. Dan hasilnya punk telah menemukan gayanya sendiri, dan berintegrasi atau bersatu dengan industri fesyen, sebagaimana sesuatu yang penuh kejutan dan memalukan menjadi sangat chic di masa depan. Punk tidak terbentuk dari kevakuman tapi dihasilkan dari bentuk akhir ekspresi-ekspresi pemberontakan dan protes-protes sosial. Bagaimanapun, punk menyediakan tempat untuk berekspresi atas ketidakpuasan dari sebuah kaum muda yang tercabut hak pilihnya. Ketidakpuasan tidak hanya dengan budaya yang dominan, tetapi juga dengan mereka yang merasa sama seperti individu yang gagal membentuk diri dan memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk telah berkembang dari sebuah ekspresi, protes,melalui simbolisme dan kejutan dari nilai-nilai menuju kepada kritik terhadap politik yang terartikulasi dan penolakan dari budaya yang dominan. Hall berbicara tentang protes subkultural sebagai kesadaran kelas-kelas sosial, berkait dalam bentuk-bentuk ekspresi seperti vandalisme dan hooliganisme. Dimana dia mengatakan, "Bentuk budaya periawanan lebih kepada bentuk ideologi dan bentuk politis. Mereka membuat artikulasi dari lawan mereka terhadap nilai- nilai yang dominan dan juga Institusi - bahkan ketika ini tidak mengambil bentuk dari suatu respon yang jelas." Punk pada masa 1980an bercampur dengan politik, tidak hanya secara musik dan tertulis, tetapi mencakup ke dalam gaya hidup sehari-hari. Lirik-lirik politis dan komentar-komentar kritik sosial menjadi tema lirik yang berlaku dalam kebanyakan band-band punk. Band-band seperti Conflict, Grass, dan M.D.C. menyertakan rekaman-rekaman mereka dengan informasi-informasi tentang isu-isu politik, seperti misalnya tentang bahaya perang nukilr, intervensi pada Amerika Tengah, atau animal rights. Mengutip Tim Yohannon dari Maximum Rock N Roll pada tahun 1984, "Album rekaman sudah bukan album rekaman biasa lagi, mereka datang dengan sheet lirik dan banyak intonasi didalamnya, hal-hal politik, alamat, representasi dari penentangan, pemberontakan dari lingkungan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk mulai menegaskan sebuah gaya hidup alternatif, tidak seperti grup-grup kultur pemberontakan sebelumnya. Sebuah kode etik menjadi berhubungan erat dengan punk yang benar-benar berlawanan dengan tekanan, eksploitasi, dan mengutamakan hak individu. Kepedulian akan bagaimana gaya hidup suatu individu memberikan contoh kepada “sistem” dan aktivitasnya. Kemudian banyak punks yang memilih gaya hidup alternatif seperti vegetarianisme, juga memboikot korporasi-korporasi atau perusahaan-perusahaan besar yang terpilih dan terseleksi karena suatu kasus. Ini menciptakan para kehadiran sementara dari pemondok-pemondok yang berasal dari golongan pinggir ljngkungan, bertempat tinggal di gedung-gedung yang tidak terpakai, dan mengorek sampah untuk sandang dan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etos punk d.i.y. yang underground membuat kejujuran dari sebuah band sampai ke popularitas mereka diantara fans mereka yang die-hard. Transformasi punk ke hardcore di Amerika adalah sebuah bagian dari keinginan untuk mencapai kejujuran didalam bentuk perdagangan. Ian MacKaye dari band legandaris Washington D.C. - Amerika Serikat, Minor Threat, dan scene punk awal D.C. lebih suka disebut “hardcore” daripada “punk rock”. Ini disebabkan oleh keinginan untuk memisahkan underground punks yang tetap konsisten dari band-band yang sell-out yang telah menyatu menjadi new wave. Vic Bondi dari band Articles Of Faith mengatakan, "Untuk saya bukanlah suatu kebetulan hardcore Amerika lahir pada saat bersamaan dengan Amerika Serikat (dan negara- negara Eropa Barat) mengadopsi kelas pemaaf tanpa otak dan perang ekonomi antar negara. Ini merepresentasikan sebuah mood- swing terhadap demokrasi juga sesuatu sejak terdefinisikan menjadi post-modern, atau simulcra : sebuah keinginan untuk memperlakukan ilusi sebagai realita, untuk menerima suatu image melampaui hakekat, memperlakukan kehidupan yang sebenarnya seperti dalam TV atau film yang buruk. Era 80an adalah masa dimana segalanya menjadi sebuah media, dimana kesenian dari kesepakatan menjadi publisitas dan kesepakatan itu sendiri, dan berlagak presidensial adalah menjadi presidensial. Semua adaiah media dan media mampu dimanipulasi, jadi semua dapat dimanipulasi. Dan pada tengah-tengah rantai manipulasi ini, tercekik kemudian dan dicekik sekarang adalah rakyat. Mereka adalah obyek- obyek manipulasi, korban-korban dari media. Mereka membeli image tersebut, dan menjadi image tersebut. Orang-orang dengan kata lain, menjadi komoditas dalam era 80an, begitu banyak obyek yang tak tertuang, dipakai hingga bosan, dan menjadi barang-barang yang terbuang. Bagi saya tampaknya hardcore adalah suatu ekspresi dari suatu proses terhadap keadaan hal ini, state of affairs. Tidak politis secara partai, atau ideologi, atau dogma dari kompetisi kekuasaan yang terorganisir; tapi politikal secara perlawanan terhadap paksaan kekerasan. Menjadi “hardcore” tidak dapat dimanipulasi, dikomoditaskan atau diperdagangkan, tidak dapat menjadi umpan konsumerisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-1173747457017132238?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/1173747457017132238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/punk-sub-kultur-atau-kultur-perlawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/1173747457017132238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/1173747457017132238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/02/punk-sub-kultur-atau-kultur-perlawanan.html' title='PUNK : sub - kultur atau kultur perlawanan'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-1678063148241129830</id><published>2011-01-23T04:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T04:40:58.547-08:00</updated><title type='text'>Politik sayap kiri</title><content type='html'>Dalam politik, sayap kiri biasanya mengacu kepada kelompok yang biasanya dihubungkan dengan aliran sosialis atau demokrasi sosial. Biasanya juga dianggap sebagai lawan dari sayap kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunisme maupun filsafat marxisme yang seringkali mendasarinya, seringkali dianggap sebagai bentuk radikal dari politik sayap kiri. Namun banyak golongan sayap kiri yang menolak bila mereka dihubungkan dengan komunisme, atau bahkan dengan anarkisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini berasal dari pengaturan tempat duduk legislatif pada masa Revolusi Prancis. Saat itu, kaum republik yang menentang Ancien Régime biasanya disebut sebagai kelompok kiri karena mereka duduk di sisi kiri dari dewan legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acuan ini kini sudah tidak berlaku, dan karena itu makna istilahnya pun telah berubah, sesuai dengan spektrum gagasan dan sikap yang diperbandingkan, dan sudut pandang si pembicara. Pada masa belakangan ini, istilah ini hampir selalu mencakup suatu bentuk dari sosialisme, sosial demokrasi, atau, bila di Amerika Serikat, dengan liberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kiri juga seringkali mencakup sekularisme, khususnya di Amerika Serikat, India, Timur Tengah, dan di banyak negara Katolik, meskipun agama dan politik sayap kiri kadang-kadang juga bersekutu seperti halnya dalam gerakan hak-hak sipil di AS, atau dalam kasus teologi pembebasan dan sosialisme Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi sayap kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komunisme&lt;br /&gt;    * Sosialisme&lt;br /&gt;    * Anarkisme&lt;br /&gt;    * Marxisme&lt;br /&gt;    * Sosialisme demokratis&lt;br /&gt;    * Komunisme kiri&lt;br /&gt;    * Sosialisme libertarian&lt;br /&gt;    * Anarkhi pasca-kiri&lt;br /&gt;    * Progresivisme&lt;br /&gt;    * Demokrasi sosial&lt;br /&gt;    * Liberalisme sosial&lt;br /&gt;    * Sindikalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Isu-isu sayap kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * antiglobalisasi&lt;br /&gt;    * antikapitalisme&lt;br /&gt;    * Egalitarianisme&lt;br /&gt;    * Lingkungan hidup&lt;br /&gt;    * Gerakan buruh&lt;br /&gt;    * Demokrasi&lt;br /&gt;    * Serikat dagang&lt;br /&gt;    * Sekularisme&lt;br /&gt;    * Kiri Baru&lt;br /&gt;    * Elite liberal&lt;br /&gt;    * Kaum Kiri dan perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * American Constitution Society for Law and Policy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Topik-topik politik terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Gerakan sosial baru&lt;br /&gt;    * Neo Liberalisme&lt;br /&gt;    * Spektrum politik -- membahas bermacam-macam pandangan dari berbagai penulis mengenai manfaat (atau kesia-siaan) dari dikotomi Kiri/Kanan dan tentang spektrum alternatifnya.&lt;br /&gt;    * Politik sayap-kanan&lt;br /&gt;    * Politik kiri-kanan -- membahas bermacam-macam pengertian dari berbagai penulis ketika mereka menggunakan istilah "kiri" dan "kanan" dalam konteks politik.&lt;br /&gt;    * Sosialisme Kristen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-1678063148241129830?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/1678063148241129830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/01/politik-sayap-kiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/1678063148241129830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/1678063148241129830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/01/politik-sayap-kiri.html' title='Politik sayap kiri'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-5862281032447727308</id><published>2011-01-12T01:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T01:59:46.943-08:00</updated><title type='text'>Awal terbentuknya PDI PERJUANGAN</title><content type='html'>Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah salah satu partai politik besar yang ada di Indonesia saat ini. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal diseluruh Indonesia. Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden. Dalam Pemilu legislatif 2004, perolehan suara PDI- P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden. Kongres I PDI-P berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-5862281032447727308?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/5862281032447727308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/01/awal-terbentuknya-pdi-perjuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5862281032447727308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5862281032447727308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2011/01/awal-terbentuknya-pdi-perjuangan.html' title='Awal terbentuknya PDI PERJUANGAN'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-5569442174942320596</id><published>2010-12-01T10:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T10:03:49.392-08:00</updated><title type='text'>Asal usul Danau Toba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TPaN28pO_7I/AAAAAAAAAB4/UhKO-2T8cEA/s1600/Danau_Toba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TPaN28pO_7I/AAAAAAAAAB4/UhKO-2T8cEA/s320/Danau_Toba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545775966284873650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dongeng dan cerita rakyat tentang legenda asal usul danau toba sepertinya menjadi cerita yang menarik untuk dibicarakan. Karena pada dasarnya sejarah tentang terbentuknya danau toba ini cukup unik. So, gak adanya kan utk sedikit menyinggung proses pembentukan danau toba dari sisi cerita rakyat atau biasa disebut Legenda. Untuk membaca legenda sejarah terjadinya danau toba , silakan baca saja artikel singkat dibawah ini. Semoga Bermanfaat. Oh ya, nanti beberapa gambar tentang Danau toba yang ada juga akan ditampilkan dibawah setelah legenda asal usul danau toba ini ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tersebutlah seorang pemuda yatim piatu yang miskin. Ia tinggal seorang diri di bagian Utara Pulau Sumatra yang sangat kering. Ia hidup dengan bertani dan memancing ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu hari, ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Ikan itu besar dan sangat indah. Warnanya keemasan. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Tetapi saat tersentuh tangannya, ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Telah disuratkan, jika ia tersentuh tangan, ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Karena ia disentuh manusia, maka ia juga berubah menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu. Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Namun aku punya satu permintaan, kakanda.” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Aku bersedia menjadi istri kakanda, asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Baiklah, Adinda. Aku akan menjaga rahasia itu.” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. Namun ketika beranjak besar, si Anak ini selalu merasa lapar. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya, ia tak pernah merasa kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan, marahlah hatinya. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dasar anak keturunan ikan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ia tak menyadari, dengan ucapannya itu, berarti ia sudah membuka rahasia istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seketika itu juga sang anak sambil menangis pergi menemui ibunya dan menanyakan apakah benar dirinya adalah anak keturunan ikan.&lt;br /&gt;    Mendengar hal tersebut, sang ibu pun terkejut karena suaminya telah melanggar sumpah mereka terdahulu.&lt;br /&gt;    Setelah itu si ibu memutuskan untuk kembali ke alamnya. Lalu tiba tiba langit berubah gelap dan petir menyambar kemudian turunlah hujan dengan derasnya.&lt;br /&gt;    Sang ayah menjadi sedih dan sangat menyesal atas perbuatannya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Ia tak pernah bisa bertemu kembali dengan istri dan maupun anaknya yang disayanginya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di tanah bekas pijakan istri dan anaknya itu, tiba-tiba ada mata air menyembur. Airnya makin lama makin besar. Lama-lama menjadi danau. Danau inilah yang kemudian kita kenal sampai sekarang sebagai Danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Referensi :&lt;br /&gt;Dea Rosa, 2007, Seri Mengenal Indonesia – Cerita Rakyat 33 Provinsi dari Aceh sampai Papua, Indonesiatera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas hanya versi singkatnya saja. Untuk versi yang asli, mungkin kawan bisa cari di perpustakaan lokal, buku dongeng lain, dan kalau bisa dicari juga di perpustakaan kebudayaan atau sejenisnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-5569442174942320596?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/5569442174942320596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/12/asal-usul-danau-toba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5569442174942320596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5569442174942320596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/12/asal-usul-danau-toba.html' title='Asal usul Danau Toba'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TPaN28pO_7I/AAAAAAAAAB4/UhKO-2T8cEA/s72-c/Danau_Toba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-4118551138994025026</id><published>2010-11-29T21:46:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T21:47:33.384-08:00</updated><title type='text'>Sejarah panjang Indonesia</title><content type='html'>Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan “Manusia Jawa” yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; Era Kemerdekaan Awal, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); Era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta Era Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasejarah.&lt;br /&gt;Secara geologi, wilayah Indonesia modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebut Nusantara) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik (lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es, hanya 10.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Replika tempurung kepala manusia Jawa yang pertama kali ditemukan di Sangiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung dengan Asia Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil Homo erectus manusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa “manusia Flores” (Homo floresiensis) di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan pada sekitar 50.000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia. Mereka, yang berciri rasial berkulit gelap dan berambut ikal rapat (Negroid), menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktek-praktek megalitikum, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme). Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.&lt;br /&gt;Era pra kolonial&lt;br /&gt;Sejarah awal&lt;br /&gt;Lihat pula: Sejarah Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak Hinduisme: Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).&lt;br /&gt;[sunting] Kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt;Prasasti Tugu peninggalan Raja Purnawarman dari Taruma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Islam.&lt;br /&gt;sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da’i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama ‘Sribuza Islam’. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk diantaranya: Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era kolonia.&lt;br /&gt;Kolonisasi Portugis dan spanyol.&lt;br /&gt;(kadang juga ditulis Alfonso) de Albuquerque. Karena tokoh inilah, yang membuat kawasan Nusantara waktu itu dikenal oleh orang Eropa dan dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Portugis bersama bangsa Eropa lain, terutama Inggris dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sungai Tagus yang bermuara ke Samudra Atlantik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, mungkin makan waktu sebulan hingga tiga bulan, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui Sungai Tagus,” kata Teresa. Biara St Jeronimus atau Biara Dos Jeronimos dalam bahasa Portugis itu didirikan oleh Raja Manuel pada tahun 1502 di tempat saat Vasco da Gama memulai petualangan ke timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Maritim atau orang Portugis menyebut Museu de Marinha itu didirikan oleh Raja Luis pada 22 Juli 1863 untuk menghormati sejarah maritim Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain patung di taman, lukisan Afonso de Albuquerque juga menjadi koleksi museum itu. Di bawah lukisan itu tertulis, ”Gubernur India 1509-1515. Peletak dasar Kerajaan Portugis di India yang berbasis di Ormuz, Goa, dan Malaka. Pionir kebijakan kekuatan laut sebagai kekuatan sentral kerajaan”. Berbagai barang perdagangan Portugis juga dipamerkan di museum itu, bahkan gundukan lada atau merica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah motivasi mengapa Kerajaan Portugis memulai petualangan ke timur. Ahli sejarah dan arkeologi Islam Uka Tjandrasasmita dalam buku Indonesia-Portugal: Five Hundred Years of Historical Relationship (Cepesa, 2002), mengutip sejumlah ahli sejarah, menyebutkan tidak hanya ada satu motivasi Kerajaan Portugis datang ke Asia. Ekspansi itu mungkin dapat diringkas dalam tiga kata bahasa Portugis, yakni feitoria, fortaleza, dan igreja. Arti harfiahnya adalah emas, kejayaan, dan gereja atau perdagangan, dominasi militer, dan penyebaran agama Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Uka, Albuquerque, Gubernur Portugis Kedua dari Estado da India, Kerajaan Portugis di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia. Dari Goa, ia memimpin langsung ekspedisi ke Malaka dan tiba di sana awal Juli 1511 membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak itu Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Kejayaan Portugis di Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode 1511-1526, selama 15 tahun, Nusantara menjadi pelabuhan maritim penting bagi Kerajaan Portugis, yang secara reguler menjadi rute maritim untuk menuju Pulau Sumatera, Jawa, Banda, dan Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1511 Portugis mengalahkan Kerajaan Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1512 Portugis menjalin komunikasi dengan Kerajaan Sunda untuk menandatangani perjanjian dagang, terutama lada. Perjanjian dagang tersebut kemudian diwujudkan pada tanggal 21 Agustus 1522 dalam bentuk dokumen kontrak yang dibuat rangkap dua, satu salinan untuk raja Sunda dan satu lagi untuk raja Portugal. Pada hari yang sama dibangun sebuah prasasti yang disebut Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal di suatu tempat yang saat ini menjadi sudut Jalan Cengkeh dan Jalan Kali Besar Timur I, Jakarta Barat. Dengan perjanjian ini maka Portugis dibolehkan membangun gudang atau benteng di Sunda Kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1512 juga Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di Madura, Bali, dan Lombok. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara hingga tiba di Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Portugis di perairan dan kepulauan Indonesia itu telah meninggalkan jejak-jejak sejarah yang sampai hari ini masih dipertahankan oleh komunitas lokal di Nusantara, khususnya flores, Solor dan Maluku, di Jakarta Kampong Tugu yang terletak di bagian Timur Jakarta, antara Kali Cakung, pantai Cilincing dan tanah Marunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah pimpinan Anthony d’Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat – seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.Namun hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen. Salah seorang misionaris terkenal adalah Francis Xavier. Tiba di Ambon 14 Pebruari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate, tiba pada tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke pulau-pulau di Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama. Persahabatan Portugis dan Ternate berakhir pada tahun 1570. Peperangan dengan Sultan Babullah selama 5 tahun (1570-1575), membuat Portugis harus angkat kaki dari Ternate dan terusir ke Tidore dan Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku. Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian mereka membangun benteng di Ternate tahun 1511, kemudian tahun 1512 membangun Benteng di Amurang Sulawesi Utara. Portugis kalah perang dengan Spanyol maka daerah Sulawesi utara diserahkan dalam kekuasaan Spanyol (1560 hingga 1660). Kerajaan Portugis kemudian dipersatukan dengan Kerajaan Spanyol. (Baca buku :Sejarah Kolonial Portugis di Indonesia, oleh David DS Lumoindong). Abad 17 datang armada dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir portugis dari ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor timur (sejak 1515).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan Rakyat terhadap Portugis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dan ke Kepulauan Maluku merupakan perintah dari negaranya untuk berdagang.&lt;br /&gt;Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque menyerang Kerajaan Malaka. Untuk menyerang colonial Portugis di Malaka yang terjadi pada tahun 1513 mengalami kegagalan karena kekuatan dan persenjataan Portugis lebih kuat. Pada tahun 1527, armada Demak di bawah pimpinan Falatehan dapat menguasai Banten,Suda Kelapa, dan Cirebon. Armada Portugis dapat dihancurkan oleh Falatehan dan ia kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (Jakarta)&lt;br /&gt;Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal karena Portugis mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa, Kerajaan Aceh pernah menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1629.&lt;br /&gt;Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Portugis kali pertama mendarat di Maluku pada tahun 1511. Kedatangan Portugis berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Tertnate merasa dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam memperoleh keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis hingga akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonisasi spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magelan. Karena tokoh inilah, yang memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 September 1519, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago—yang terbesar hingga yang terkecil—mengikuti kapal induk Magelhaens, Trinidad, kapal terbesar kedua, seraya mereka berlayar menuju Amerika Selatan. Pada tanggal 13 Desember, mereka mencapai Brasil, dan sambil menatap Pāo de Açúcar, atau Pegunungan Sugarloaf, yang mengesankan, mereka memasuki teluk Rio de Janeiro yang indah untuk perbaikan dan mengisi perbekalan. Kemudian mereka melanjutkan ke selatan ke tempat yang sekarang adalah Argentina, senantiasa mencari-cari el paso, jalur yang sulit ditemukan yang menuju ke samudera lain. Sementara itu, udara semakin dingin dan gunung es mulai tampak. Akhirnya, pada tanggal 31 Maret 1520, Magelhaens memutuskan untuk melewatkan musim salju di pelabuhan San Julián yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayaran tersebut kini telah memakan waktu enam kali lebih lama daripada pelayaran Columbus mengarungi Samudra Atlantik yang pertama kali—dan belum terlihat satu selat pun! Semangat juang mereka mulai sedingin cuaca di San Julián, dan pria-pria, termasuk beberapa kapten serta perwira, merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidaklah mengherankan bila terjadi pemberontakan. Namun, berkat tindakan yang cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu digagalkan dan dua pemimpin pemberontak tersebut tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran kapal asing di pelabuhan pastilah menarik perhatian penduduk lokal yang kuat—dan berbadan besar. Merasa seperti orang kerdil dibandingkan dengan raksasa-raksasa ini, para pengunjung tersebut menyebut daratan itu Patagonia—dari kata Spanyol yang berarti “kaki besar”—hingga hari ini. Mereka juga mengamati ‘serigala laut sebesar anak lembu, serta angsa berwarna hitam dan putih yang berenang di bawah air, makan ikan, dan memiliki paruh seperti gagak’. Tentu saja tidak lain tidak bukan adalah anjing laut dan pinguin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah lintang kutub cenderung mengalami badai yang ganas secara tiba-tiba, dan sebelum musim dingin berakhir, armada itu mengalami korban pertamnya—Santiago yang kecil. Namun, untunglah para awaknya dapat diselamatkan dari kapal yang karam itu. Setelah itu, keempat kapal yang masih bertahan, bagaikan ngengat kecil bersayap yang terpukul di tengah arus laut yang membeku dan tak kunjung reda, berjuang sekuat tenaga menuju ke selatan ke perairan yang semakin dingin—hingga tanggal 21 Oktober. Berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku, semua mata terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. El paso? Ya! Akhirnya, mereka berbalik dan memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai Selat Magelhaens! Namun, bahkan momen kemenangan ini ternoda. San Antonio dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu dan kembali ke Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di antara tebing-tebing berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati selat yang berkelok-kelok itu. Merek mengamati begitu banyaknya api di sebelah selatan, kemungkinan dari perkemahan orang Indian, jadi mereka menyebut daratan itu Tierra del Fuego, “Tanah Api”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Pilipina Magelhaens mengajak banyak penduduk lokal dan penguasa mereka pada agama Katolik. Tetapi semangatnya juga menjadi kebinasaannya. Ia menjadi terlibat dalam pertikaian antarsuku dan, dengan hanya 60 pria, menyerang sekitar 1.500 penduduk pribumi, dengan keyakinan bahwa senapan busur, senapan kuno, dan Allah akan menjamin kemenangannya. Sebaliknya, ia dan sejumlah bawahannya tewas. Magelhaens berusia sekitar 41 tahun. Pigafetta yang setia meratap, ‘Mereka membunuh cerminan, penerang, penghibur, dan penuntun sejati kita’. Beberapa hari kemudian, sekitar 27 perwira yang hanya menyaksikan dari kapal mereka, dibunuh oleh para kepala suku yang sebelumnya bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sekarang jumlah awak pelayaran itu tinggal sedikit, tidak mungkin untuk berlayar dengan tiga kapal, jadi mereka menenggelamkan Concepción dan berlayar dengan dua kapal yang masih tinggal ke tujuan terakhir mereka, Kepulauan Rempah. Kemudian, setelah mengisi muatan dengan rempah-rempah, kedua kapal itu berpisah. Akan tetapi, awak kapal Trinidad ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Victoria, di bawah komando mantan pemberontak Juan Sebastián de Elcano, luput. Sambil menghindari semua pelabuhan kecuali satu, mereka mengambil risiko melewati rute Portugal mengelilingi Tanjung Harapan. Namun, tanpa berhenti untuk mengisi perbekalan merupakan strategi yang mahal. Sewaktu mereka akhirnya mencapai Spanyol pada tanggal 6 September 1522—tiga tahun sejak keberangkatan mereka—hanya 18 pria yang sakit dan tidak berdaya yang bertahan hidup. Meskipun demikian, tidak dapat dibantah bahwa merekalah orang pertama yang berlayar mengelilingi bumi. Juan Sebastián de Elcano pun menjadi pahlawan. Sungguh suatu hal yang menakjubkan, muatan rempah Victoria seberat 26 ton menutup ongkos seluruh ekspedisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu kapal yang selamat, Victoria, kembali ke pelabuhan setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia yang pertama kali, hanya 18 orang laki-laki dari 237 laki-laki yang berada di kapal pada awal keberangkatan. Diantara yang selamat, terdapat dua orang Itali, Antonio Pigafetta dan Martino de Judicibus. Martino de Judicibus (bahasa Spanyol: Martín de Judicibus) adalan orang dari Genoa[1] yang bertindak sebagai Kepala Pelayan. Ia bekerja dengan Ferdinand Magellan pada perjalanan historisnya untuk menemukan rute barat ke Kepulauan Rempah-rempah Indonesia. [2] Sejarah perjalanannya diabadikan dalam pendaftaran nominatif pada Archivo General de Indias di Seville, Spanyol. Nama keluarga ini disebut dengan patronimik Latin yang tepat, yakni: “de Judicibus”. Pada awalnya ia ditugaskan pada Caravel Concepción, satu dari lima armada Spanyol milik Magellan. Martino de Judicibus memulai ekspedisi ini dengan gelar kapten. (baca selengkapnya dalam buku “Sejarah Kolonial Spanyol di Indonesia” oleh David DS Lumoindong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menguasai kepulauan Filipina pada 1543, Spanyol menjadikan pulau Manado Tua sebagai tempat persinggahan untuk memperoleh air tawar. Dari pulau tersebut kapal-kapal Spanyol memasuki daratan Sulawesi-Utara melalui sungai Tondano. Hubungan musafir Spanyol dengan penduduk pedalaman terjalin melalui barter ekonomi bermula di Uwuran (sekarang kota Amurang) ditepi sungai Rano I Apo. Perdagangan barter berupa beras, damar, madu dan hasil hutan lainnya dengan ikan dan garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudang Kopi Manado dan Minahasa menjadi penting bagi Spanyol, karena kesuburan tanahnya dan digunakan Spanyol untuk penanaman kofi yang berasal dari Amerika-Selatan untuk dipasarkan ke daratan Cina. Untuk itu di- bangun Manado sebagai menjadi pusat niaga bagi pedagang Cina yang memasarkan kofi kedaratan Cina. Nama Manado dicantumkan dalam peta dunia oleh ahli peta dunia, Nicolas_Desliens‚ pada 1541. Manado juga menjadi daya tarik masyarakat Cina oleh kofi sebagai komoditi ekspor masyarakat pedalaman Manado dan Minahasa. Para pedagang Cina merintis pengembangan gudang kofi (kini seputar Pasar 45) yang kemudian menjadi daerah pecinan dan pemukiman. Para pendatang dari daratan Cina berbaur dan berasimilasi dengan masyarakat pedalaman hingga terbentuk masyarakat pluralistik di Manado dan Minahasa bersama turunan Spanyol, Portugis dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan nama Manado di Sulawesi Utara dengan berbagai kegiatan niaga yang dilakukan Spanyol menjadi daya tarik Portugis sejak memapankan posisinya di Ternate . Untuk itu Portugis melakukan pendekatan mengirim misi Katholik ke tanah Manado dan Minahasa pada 1563 dan mengembangkan agama dan pendidikan Katholik. Lomba Adu Pengaruh di Laut Sulawesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Minahasa dengan Ternate ada dua pulau kecil bernama Mayu dan Tafure. Kemudian kedua pulau tadi dijadikan pelabuhan transit oleh pelaut Minahasa. Waktu itu terjadi persaingan Portugis dan Spanyol dimana Spanyol merebut kedua pulau tersebut. Pandey asal Tombulu yang menjadi raja di pulau itu lari dengan armada perahunya kembali ke Minahasa, tapi karena musim angin barat lalu terdampar di Gorontalo. Anak lelaki Pandey bernama Potangka melanjutkan perjalanan dan tiba di Ratahan. Di Ratahan, dia diangkat menjadi panglima perang karena dia ahli menembak meriam dan senapan Portugis untuk melawan penyerang dari Mongondouw di wilayah itu. Tahun 1563 diwilayah Ratahan dikenal orang Ternate dengan nama “Watasina” karena ketika diserang armada Kora-kora Ternate untuk menhalau Spanyol dari wilayah itu (buku “De Katholieken en hare Missie” tulisan A.J. Van Aernsbergen). Tahun 1570 Portugis dan Spanyol bersekongkol membunuh raja Ternate sehinga membuat keributan besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang Islam Ternate dan Tidore lari ke Ratahan. Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui Bentenan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para budak tawanan bajak laut lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu bajak laut dirusak prajurit Ratahan – Pasan. Kesimpulan sementara yang dapat kita ambil dari kumpulan cerita ini adalah Penduduk asli wilayah ini adalah Touwuntu di wilayah dataran rendah sampai tepi pantai Toulumawak di pegunungan, mereka adalah keturunan Opok Soputan abad ke-tujuh. Nama Opo’ Soputan ini muncul lagi sebagai kepala walak wilayah itu abad 16 dengan kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman. Penduduk wilayah ini abad 16 berasal dari penduduk asli dan para pendatang dari Tombulu, Tompakewa (Tontemboan), Tonsea, Ternate dan tawanan bajak laut mungkin dari Sangihe.&lt;br /&gt;Perjuangan Minahasa Melawan Spanyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu Oki berkisar di tahun 1644 sampai 1683. Waktu itu, terjadi perang yang hebat antara anak suku Tombatu (juga biasa disebut Toundanow atau Tonsawang) dengan para orang-orang Spanyol. Perang itu dipicu oleh ketidaksenangan anak suku Tombatu terhadap orang-orang Spanyol yang ingin menguasai perdagangan terutama terhadap komoditi beras, yang kala itu merupakan hasil bumi andalan warga Kali. Di samping itu kemarahan juga diakibatkan oleh kejahatan orang-orang Spanyol terhadap warga setempat, terutama kepada para perempuannya. Perang itu telah mengakibatkan tewasnya 40 tentara Spanyol di Kali dan Batu (lokasi Batu Lesung sekarang – red). Naasnya, di pihak anak suku Tombatu, telah mengakibatkan tewasnya Panglima Monde bersama 9 orang tentaranya. Panglima Monde tidak lain adalah suaminya Ratu Oki. Menurut yang dikisahkan dalam makalah itu, Panglima Monde tewas setelah mati-matian membela istrinya, Ratu Oki.Menurut P.A. Gosal, dkk., dalam masa kekuasaan Ratu Oki, anak suku Toundanow (sebutan lain untuk anak suku Tombatu atau Tonsawang) yang mendiami sekitar danau Bulilin hidup sejahtera, aman dan tenteram. “Atas kebijaksanaan dan kearifannya memimpin anak suku Toudanow maka Ratu Oki disahkan juga sebagai Tonaas atau Balian. Selama kepemimpinnan Ratu Oki, Spanyol dan Belanda tidak pernah menguasai atau menjajah anak Toundanow,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Minahasa lawan Spanyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaut awak kapal Spanyol berdiam di Minahasa dan bahkan membaur dengan masyarakat. Mereka menikah dengan wanita-wanita Minahasa, sehingga keturunan mereka menjadi bersaudara dengan warga pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1643 pecah perang Minaesa Serikat melawan kerajaan Spanyol. dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan spanyol dibantu pasukan Raja Loloda Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat Minaesa, dikejar hingga dipantai tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1694 dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan Raja Loloda Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat Minahasa, dikejar hingga ke pantai tapi dicegah dan ditengahi oleh Residen V.O.C. Herman Jansz Steynkuler. Pada tahun 1694 bulan September tanggal 21, diadakanlah kesepakatan damai, dan ditetapkan perbatasan Minahasa adalah sungai Poigar. Pasukan Serikat Minaesa yang berasal dari Tompaso menduduki Tompaso Baru, Rumoong menetap di Rumoong Bawah, Kawangkoan mendiami Kawangkoan bawah, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasa pemerintahan kolonial Belanda maka daerah ini semula masih otonom tetapi lama kelamaan kelamaan kekuasaan para raja dikurangi dengan diangkatnya raja menjadi pejabat pemerintahan Belanda, sehingga raja tinggal menjadi pejabat wilayah setingkat ‘camat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia.&lt;br /&gt;Awak kapal Trinidad yang ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan kemudian dengan bantuan pelaut Minahasa dan Babontewu dari kerajaan Manado mereka dapat meloloskan diri. Ke 12 pelaut ini kemudian berdiam dipedalaman Minahasa, ke Amurang terus ke Pontak, kemudian setelah beberapa tahun mereka dapat melakukan kontak kembali dengan armada Spanyol yang telah kembali ke Pilipina. 1522 Spanyol memulai kolonisasi di Sulawesi Utara 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minahasa memegang peranan sebagai lumbung beras bagi Spanyol ketika melakukan usaha penguasaan total terhadap Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1550 Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang dengan cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari Benggala India yang dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali yang dibuat dari kulit sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk menduduki benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol dapat menduduki Minahasa. Dan Dotu Kepala Walak (Kepala Negara) Lolong Lasut punya anak buah Tonaas Wuri’ Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Kema dikaitkan dengan pembangunan pangkalan militer Spanyol ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bartholomeo de Soisa mendarat pada 1651 dan mendirikan pelabuhan di daerah yang disebutnya ‘La Quimas.’ Penduduk setempat mengenal daerah ini dengan nama ‘Maadon’ atau juga ‘Kawuudan.’ Letak benteng Spanyol berada di muara sungai Kema, yang disebut oleh Belanda, “Spanyaardsgat, ” atau Liang Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. J.G.F. Riedel menyebutkan bahwa armada Spanyol sudah mendarat di Kema tepat 100 tahun sebelumnya.Kema berkembang sebagai ibu negeri Pakasaan Tonsea sejak era pemerintahan Xaverius Dotulong, setelah taranak-taranak Tonsea mulai meninggalkan negeri tua, yakni Tonsea Ure dan mendirikan perkampungan- perkampungan baru. Surat Xaverius Dotulong pada 3 Februrari 1770 kepada Gubernur VOC di Ternate mengungkapkan bahwa ayahnya, I. Runtukahu Lumanauw tinggal di Kema dan merintis pembangunan kota ini. Hal ini diperkuat oleh para Ukung di Manado yang mengklaim sebagai turunan dotu Bogi, putera sulung dari beberapa dotu bersaudara seperti juga dikemukakan Gubernur Ternate dalam surat balasannya kepada Xaverius Dotulong pada 1 November 1772.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal nama Kema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misionaris Belanda, Domine Jacobus Montanus dalam surat laporan perjalanannya pada 17 November 1675, menyebutkan bahwa nama Kema, yang mengacu pada istilah Spanyol, adalah nama pegunungan yang membentang dari Utara ke Selatan. Ia menulis bahwa kata ‘Kima’ berasal dari bahasa Minahasa yang artinya Keong. Sedangkan pengertian ‘Kema’ yang berasal dari kata Spanyol, ‘Quema’ yaitu, nyala, atau juga menyalakan. Pengertian itu dikaitkan dengan perbuatan pelaut Spanyol sering membuat onar membakar daerah itu. Gubernur Robertus Padtbrugge dalam memori serah terima pada 31 Agustus 1682 menyebutkan tempat ini dengan sebutan “Kemas of grote Oesterbergen, ” artinya adalah gunung-gunung besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyerupai Kerang besar. Sedangkan dalam kata Tonsea disebut ‘Tonseka,’ karena berada di wilayah Pakasaan Tonsea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendrik Berton dalam memori 3 Agustus 1767, melukiskan Kema selain sebagai pelabuhan untuk musim angin Barat, juga menjadi ibu negeri Tonsea. Hal ini terjadi akibat pertentangan antara Manado dengan Kema oleh sengketa sarang burung di pulau Lembeh. Pihak ukung-ukung di Manado menuntut hak sama dalam bagi hasil dengan ukung-ukung Kema. Waktu itu Ukung Tua Kema adalah Xaverius Dotulong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portugis dan Spanyol merupakan tumpuan kekuatan gereja Katholik Roma memperluas wilayah yang dilakukan kesultanan Ottoman di Mediterania pada abad ke-XV. Selain itu Portugis dan Spanyol juga tempat pengungsian pengusaha dan tenaga-tenaga terampil asal Konstantinopel ketika dikuasai kesultanan Ottoman dari Turki pada 1453. Pemukiman tersebut menyertakan alih pengetahuan ekonomi dan maritim di Eropa Selatan. Sejak itupun Portugis dan Spanyol menjadi adikuasa di Eropa. Alih pengetahuan diperoleh dari pendatang asal Konstantinopel yang memungkinkan bagi kedua negeri Hispanik itu melakukan perluasan wilayah-wilayah baru diluar daratan Eropa dan Mediterania. Sasaran utama adalah Asia-Timur dan Asia-Tenggara. Mulanya perluasan wilayah antara kedua negeri terbagi dalam perjanjian Tordisalles, tahun 1492. Portugis kearah Timur sedangkan Spanyol ke Barat. Masa itu belum ada gambaran bahwa bumi itu bulat. Baru disadari ketika kapal-kapal layar kedua belah pihak bertemu di perairan Laut Sulawesi. Kenyataan ini juga menjadi penyebab terjadi proses reformasi gereja, karena tidak semua yang menjadi “fatwa” gereja adalah Undang-Undang, hingga citra kekuasaan Paus sebagai penguasa dan wakil Tuhan di bumi dan sistem pemerintahan absolut theokratis ambruk. Keruntuhan ini terjadi dengan munculnya gereja Protestan rintisan Martin Luther dan Calvin di Eropa yang kemudian menyebar pula ke berbagai koloni Eropa di Asia, Afrika dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesepakatan Tordisalles itu, Portugis menelusuri dari pesisir pantai Afrika dan samudera Hindia. Sedangkan Spanyol menelusuri Samudera Atlantik, benua Amerika Selatan dan melayari samudera Pasifik. Pertemuan terjadi ketika kapal-kapal Spanyol pimpinan Ferdinand Maggelan menelusuri Pasifik dan tiba di pulau Kawio, gugusan kepulauan Sangir dan Talaud di Laut Sulawesi pada 1521. Untuk mencegah persaingan di perairan Laut Sulawesi dan Maluku Utara, kedua belah pihak memperbarui jalur lintas melalui perjanjian Saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuhbelas derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintas niaga dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez de Villalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan wilayah dan sekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak menghasilkan rempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis. Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempah Maluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomi dan menjalin hubungan dengan masyarakat Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan kuliler asal Spanyol di Minahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan di Filipina Selatan turut mempengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 – 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu budaya makan “pidis” yang di ramu dengan berbagai bumbu masak yang diperkenalkan pelaut Spanyol menyebar pesat dan menjadi kegemaran masyarakat Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang menarik dari peninggalan kuliler Spanyol, yakni budaya Panada. Kue ini juga asal dari penduduk Amerika-Latin yang di bawa oleh Spanyol melalui lintasan Pasifik. Bedanya, adonan panada, di isi dengan daging sapi ataupun domba, sedangkan panada khas Minahasa di isi dengan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Kema merupakan pemukiman orang Spanyol, dimulai dari kalangan “pendayung” yang menetap dan tidak ingin kembali ke negeri leluhur mereka. Mereka menikahi perempuan-perempuan penduduk setempat dan hidup turun-temurun. Kema kemudian juga dikenal para musafir Jerman, Belanda dan Inggris. Mereka ini pun berbaur dan berasimilasi dengan penduduk setempat, sehingga di Kema terbentuk masyarakat pluralistik dan memperkaya Minahasa dengan budaya majemuk dan hidup berdampingan harmonis. Itulah sebabnya hingga masyarakat Minahasa tidak canggung dan mudah bergaul menghadapi orang-orang Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Spanyol bagi Indonesia utara.&lt;br /&gt;Diplomasi para pemimpin pemerintahan Walak mendekati Belanda berhasil mengusir Spanyol dari Minahasa. Namun konsekwensi yang harus dialami adalah rintisan jalur niaga laut di Pasifik hasil rintisan Spanyol sejak abad ke-17 terhenti dan mempengaruhi perekonomian Sulawesi Utara. Sebab jalur niaga ini sangat bermanfaat bagi penyebaran komoditi eskpor ke Pasifik. Sejak itupun pelabuhan Manado menjadi sepi dan tidak berkembang yang turut mempengaruhi pengembangan kawasan Indonesia bagian Timur hingga Pasifik Barat Daya. Dilain pihak, pelabuhan Manado hanya menjadi persinggahan jalur niaga dari Selatan (berpusat di Surabaya, Tanjung Priok yang dibangun oleh Belanda sejak abad ke-XVIII) ke Asia-Timur melalui lintasan Selat Makassar. Itupun hanya digunakan musiman saat laut Cina Selatan tidak di landa gelombang ganas bagi kapal-kapal. Sedangkan semua jalur niaga Asia-Timur dipusatkan melalui Laut Cina Selatan, Selat Malaka, Samudera Hindia, Tanjung Harapan Atlantik-Utara yang merupakan pusat perdagangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibatnya kegiatan hubungan ekonomi diseputar Laut Sulawesi secara langsung dengan dunia luar praktis terlantar. Karena penyaluran semua komoditi diseluruh gugusan nusantara melulu diatur oleh Batavia yang mengendalikan semua jaringan tata-niaga dibawah kebijakan satu pintu. Penekanan ini membawa derita berkepanjangan bagi kegiatan usaha penduduk pedalaman Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis waktu kolonialisasi.&lt;br /&gt;Kolonialisasi Spanyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1521 Spanyol memulai petualangannya di Sulawesi Utara&lt;br /&gt;o 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado.&lt;br /&gt;o 1617 Gerakan perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi Utara untuk mengusir kolonial Spanyol.&lt;br /&gt;o 1646 Spanyol di usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun selanjutnya Spanyol masih mencoba mempengaruhi kerajaan sekitar untuk merebut kembali minahasa tapi gagal, terakhir dengan mendukung Bolaang Mongondow yang berakhir tahun 1692.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonialisasi Portugis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1509 Portugis tiba pertama kali di Melaka.&lt;br /&gt;* 1511 April, Admiral Portugis Alfonso de Albuquerque memutuskan berlayar dari Goa ke Melaka.&lt;br /&gt;o 10 Agustus, Pasukan Albuquerque menguasai Melaka.&lt;br /&gt;o Sultan Melaka melarikan diri ke Riau.&lt;br /&gt;o Portugis di Melaka menghancurkan armada Jawa. Kapal mereka karam dengan seluruh hartanya dalam perjalanan kembali ke Goa.&lt;br /&gt;o Patih Unus menaklukkan Jepara&lt;br /&gt;o Desember, Albuquerque mengirim tiga kapal di bawah Antonio de Abreu dari Melaka untuk menjelajah ke arah Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1512 Perjalanan ekspedisi De Abreu dari Melaka menuju Madura, Bali, Lombok, Aru dan Banda.&lt;br /&gt;o Dua kapal rusak di Banda. Da Breu kembali ke Melaka; Francisco Serrão memperbaiki kapal dan melanjutkan menuju ke Ambon, Ternate, dan Tidore. Serrão menawarkan dukungan bagi Ternate dalam perselisihannya dengan Tidore, pasukannya mendirikan sebuah pos Portugis di Ternate.&lt;br /&gt;* 1513 Pasukan dari Jepara dan Palembang menyerang Portugis di Melaka, tetapi berhasil dipukul mundur. Maret, Portugis mengirim seorang duta menemui Raja Sunda di Pajajaran. Portugis diizinkan untuk membangun sebuah benteng di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).&lt;br /&gt;o Portugis menghubungi Raja Udara, anak dari Girindrawardhana dan penguasa bekas kerajaan Majapahit&lt;br /&gt;o Portugis membangun pabrik-pabrik di Ternate dan Bacan.&lt;br /&gt;o Udara menyerang Demak dengan bantuan dari Raja Klungkung dari Bali. Pasukan Majapahit dipukul mundur, tapi Sunan Ngudung tewas dalam pertempuran. Banyak pendukung Majapahit melarikan diri ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1514&lt;br /&gt;o Ali Mughayat Syah mendirikan Kesultanan Aceh, dan menjadi Sultan Aceh pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1515&lt;br /&gt;o Portugis pertama kali tiba di Timor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1518&lt;br /&gt;o Sultan Mahmud dari Melaka mengambil alih kekuasaan di Johore.&lt;br /&gt;o Raden Patah meninggal dunia; Patih Unus menjadi Sultan Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1520&lt;br /&gt;o Aceh mulai menguasai pantai timur laut Sumatra.&lt;br /&gt;o Rakyat Bali menyerang Lombok.&lt;br /&gt;o Para pedagang Portugis mulai mengunjungi Flores dan Solor.&lt;br /&gt;o Banjar di Kalimantan menjadi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1521 – 1530&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1521&lt;br /&gt;o Unus memimpin armada dari Demak dan Cirebon melawan orang-orang Portugis di Melaka. Unus terbunuh dalam pertempuran. Trenggono menjadi Sultan Demak.&lt;br /&gt;o Portugis merebut Pasai di Sumatra;&lt;br /&gt;o Gunungjati (dari Cirebon) meninggalkan Pasai berangkat ke Mekkah.&lt;br /&gt;o Kapal terakhir dari ekspedisi Magelhaenz mengeliling dunia berlayar antarapulau Lembata dan Pantar di Nusa Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1522&lt;br /&gt;o Februari ekspedisi Portugis di bawah De Brito tiba di Banda.&lt;br /&gt;o Mei, ekspedisi De Brito tiba di Ternate, membangung sebuah benteng Portugis.&lt;br /&gt;o Kerajaan Sunda, yang masih beragama Hindu, meminta bantuan Portugis untuk menghadapi kemungkinan serangan Demak yang Muslim. Kontrak kerjasama ditandatangani dan sebuah padrao didirikan di Sunda Kalapa&lt;br /&gt;o Sisa-sisa ekspedisi Magelhaenz berkeliling dunia mengunjungi Timor.&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng di Hitu, Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1523&lt;br /&gt;o Gunungjati kembali dari Mekkah, kembali ke Cirebon, dan menetap di Demak, menikahi saudara perempuan Sultan Trenggono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1524&lt;br /&gt;o Gunungjati dari Cirebon dan anaknya Hasanuddin (di Banten) melakukan dakwah secara terbuka dan rahasia di Jawa Barat untuk memperlemah Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran dan persekutuannya dengan Portugis. Pemerintah lokal di Banten, yang tadinya tergantung pada Pajajaran, masuk Islam dan bergabung dengan pihak Cirebon dan Demak.&lt;br /&gt;o Aceh merebut Pasai dan Pedir di Sumatra utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1525&lt;br /&gt;o Hasanuddin (dari Banten}, anak dari Gunungjati (dari Cirebon), melakukan dakwah di Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1526&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng pertama di Timor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1527&lt;br /&gt;o Demak menaklukkan Kediri, sisa-sisa Hindu dari kerajaan Majapahit; Sultan-sultan Demak mengklaim sebagai pengganti Majapahit; Sunan Kudus ikut serta.&lt;br /&gt;o Demark merebut Tuban.&lt;br /&gt;o Cirebon, dibantu Demak, menduduki Sunda Kelapa, pelabuhan Kerajaan Sunda. Fatahilah mengganti namanya menjadi Jayakarta. (Sukses ini dikatakan berkat pimpinan “Fatahillah”—atau, sesuai dengan kekeliruan ucapan Portugis, “Falatehan”—namun mungkin ini adalah nama yang diberikan kepada Sunan Gunungjati dari Cirebon.) Para penjaga keamanan pelabuhan Kerajaan Sunda didorong mundur meninggalkan daerah pesisir. Dengan demikian pembangunan gudang atau benteng sesuai perjanjian dagang antara Portugis dengan Kerajaan Sunda batal terwujud.&lt;br /&gt;o Kerajaan Palakaran di Madura, yang berbasis di Arosbaya (kini Bangkalan), menjadi Islam di bawah Kyai Pratanu.&lt;br /&gt;o Ekspedisi dari Spanyol dan Meksiko berusaha mengusir Portugis dari Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1529&lt;br /&gt;o Demak menaklukkan Madiun.&lt;br /&gt;o Raja-raja Spanyol dan Portugal sepakat bahwa Maluku harus menjadi milik Portugal, dan Filipina menjadi milik Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1530&lt;br /&gt;o Salahuddin menjadi Sultan Aceh.&lt;br /&gt;o Surabaya dan Pasuruan takluk kepada Demak. Demak merebut Balambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa.&lt;br /&gt;o Gowa mulai meluas dari dari Makassar.&lt;br /&gt;o Banten memperluas pengaruhnya atas Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1531 – 1540&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1536&lt;br /&gt;o Serangan besar Portugis terhadap Johore.&lt;br /&gt;o Antonio da Galvão menjadi gubernur di pos Portugis di Ternate; mendirikan pos Portugis di Ambon.&lt;br /&gt;o Portugis membawa Sultan Tabariji dari Ternate ke Goa karena mencurigainya melakukan kegiatan-kegiatan anti Portugis activity, menggantikannya dengan saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;* 1537&lt;br /&gt;o Serangan Aceh atas Melaka gagal. Salahuddin dari Aceh digantikan oleh Alaudin Riayat Syah I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1539&lt;br /&gt;o Aceh menyerang suku Batak di selatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1540&lt;br /&gt;o Portugis berhubungan dengan Gowa.&lt;br /&gt;o Kesultanan Butung didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1541 – 1550&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1545&lt;br /&gt;o Demak menaklukkan Malang.Gowa membangun benteng di Ujung Pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1546&lt;br /&gt;o Demak menyerang Balambangan namun gagal.&lt;br /&gt;o Trenggono dari Demak meninggal dan digantikan oleh Prawata. Menantunya, Joko Tingkir memperluas pengaruhnya dari Pajang (dekat Sukoharjo sekarang).&lt;br /&gt;o St. Fransiskus Xaverius pergi ke Morotai, Ambon, dan Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1547&lt;br /&gt;o Aceh menyerang Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1550&lt;br /&gt;o Portugis mulai membangun benteng-benteng di Flores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1551 – 1560&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1551&lt;br /&gt;o Johore menyerang Portugis Melaka dengan bantuan dari Jepara.&lt;br /&gt;o Pasukan-pasukan dari Ternate menguasai Kesultanan Jailolo di Halmahera dengan bantuan Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1552&lt;br /&gt;o Hasanuddin memisahkan diri dari Demak dan mendirikan Kesultanan Banten, lalu merebut Lampung untuk Kesultanan yang baru.&lt;br /&gt;o Aceh mengirim duta ke Sultan Ottoman di Istanbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1558&lt;br /&gt;o Leiliato memimpin suatu pasukan dari Ternate untuk menyerang Portugis di Hitu.&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng di Bacan.&lt;br /&gt;o Ki Ageng Pemanahan menerima distrik Mataram dari Joko Tinggir, memerintah di Pajang.&lt;br /&gt;o Wabah cacar di Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1559&lt;br /&gt;o Para misionaris Portugis mendarat di Timor. Khairun menjadi Sultan Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1560&lt;br /&gt;o Portugis mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung timur Jawa.&lt;br /&gt;o Spanyol mendirikan pos di Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1561 – 1570&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1561&lt;br /&gt;o Sultan Prawata dari Demak meninggal dunia.&lt;br /&gt;o Misi Dominikan Portugis didirikan di Solor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1564&lt;br /&gt;o Wabah cacar di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1565&lt;br /&gt;o Aceh menyerang Johore.&lt;br /&gt;o Kutai di Kalimantan menjadi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1566&lt;br /&gt;o Misi Dominikan Portugis di Solor membangun sebuah benteng batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1568&lt;br /&gt;o Serangan yang gagal oleh Aceh di Melaka Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1569&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng kayu di pulau Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1570&lt;br /&gt;o Aceh menyerang Johore lagi, namun gagal.&lt;br /&gt;o Sultan Khairun dari Ternate menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Portugis, tetapi esok harinya ternyata ia diracuni. Agen-agen Portugis dicurigai melakukannya. Babullah menjadi Sultan (hingga * 1583), dan bersumpah untuk mengusir Portugis keluar dari benteng-benteng mereka.&lt;br /&gt;o Maulana Yusup menjadi Sultan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1571 – 1580&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1571&lt;br /&gt;o Alaudin Riayet Shah meninggal, kekacauan di Aceh hingga 1607.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1574&lt;br /&gt;o Jepara memimpin serangan yang gagal di Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1575&lt;br /&gt;o Sultan Babullah mengusir Portugis dari Ternate. Karena itu Portugis membangun sebuah benteng di Tidore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1576&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng di kota Ambon sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1577&lt;br /&gt;o Ki Ageng Pemanahan mendirikan Kota Gede (dekat Yogyakarta sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1579&lt;br /&gt;o Banten menyerang dan meluluhlantakkan Pajajaran merebut sisa-sisa Kerajaan Sunda, dan menjadikannya Islam. Raja Sunda terakhir yang enggan memeluk Islam, yaitu Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana, meninggalkan ibukota Kerajaan Sunda tersebut dan meninggal dalam pelarian di daerah Banten.&lt;br /&gt;o November, Sir Francis Drake dari Britania, setelah menyerang kapal dan pelabuhan Spanyol di Amerika, tiba di Ternate. Sultan Babullah, yang juga membenci orang-orang Spanyol, mengadakan perjanjian persahabatan dengan Britania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1580&lt;br /&gt;o Maulana Muhammad menjadi Sultan Banten.&lt;br /&gt;o Portugal jatuh ke tangan kerajaan Spanyol; usaha-usaha kolonial Portugis tidak dipedulikan.&lt;br /&gt;o Drake mengunjungi Sulawesi dan Jawa, dalam perjalanan pulang ke Britania.&lt;br /&gt;o Ternate menguasai Butung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1581&lt;br /&gt;o Sekitar saat ini, Kyai Ageng Pemanahan mengambil alih distrik Mataram (yang telah dijanjikan kepadanya oleh Joko Tingkir, yang menundanya hingga Sunan Kalijaga dari Wali Songo mendesaknya), mengubah namanya menjadi Kyai Gedhe Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1584&lt;br /&gt;o Sutawijaya menggantikan ayahnya Kyai Gedhe Mataram sebagai pemerintah lokal dari Mataram, memerintah dari Kota Gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1585&lt;br /&gt;o Sultan Aceh mengirim surat kepada Elizabeth I dari Britania.&lt;br /&gt;o Kapal Portugis yang dikirim untuk membangun sebuah benteng dan misi di Bali karam tepat di lepas pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1587&lt;br /&gt;o Sutawijaya mengalahkan Pajang dan Joko Tingkir meninggal; garis keturunan beralih kepada Sutawijaya. Gunung Merapi meletus.&lt;br /&gt;o Portugis di Melaka menyerang Johore.&lt;br /&gt;o Portugis menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sultan Aceh.&lt;br /&gt;o Sir Thomas Cavendish dari Britania mengunjungi Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1588&lt;br /&gt;o Sutawijaya mengganti namanya menjadi Senopati; merebut Pajang dan Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1590&lt;br /&gt;o Desa asli Medan didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1591 – 1659&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1591&lt;br /&gt;o Senopati merebut Madiun, lalu Kediri.&lt;br /&gt;o Sir James Lancaster dari Britania tiba di Aceh dan Penang, tetapi misinya gagal.&lt;br /&gt;o Ternate menyerang Portugis di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1593&lt;br /&gt;o Ternate mengepung Portugis di Ambon kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 1595&lt;br /&gt;o 2 April, ekspedisi Belanda di bawah De Houtman berangkat ke Hindia Belanda.&lt;br /&gt;o Suriansyah menjadikan Banjar di Kalimantan sebuah Kesultanan (belakangan Banjarmasin).&lt;br /&gt;o Portugis membangun benteng di Ende, Flores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonisasi VOC.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.&lt;br /&gt;Logo VOC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.&lt;br /&gt;Kolonisasi pemerintah Belanda&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya – baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Politik Etis (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;Gerakan nasionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, Serikat Dagang Islam dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, Budi Utomo. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia ke II.&lt;br /&gt;Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendudukan Jepang.&lt;br /&gt;Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-4118551138994025026?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/4118551138994025026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/11/sejarah-panjang-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4118551138994025026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4118551138994025026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/11/sejarah-panjang-indonesia.html' title='Sejarah panjang Indonesia'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-8208438714423963664</id><published>2010-10-30T21:59:00.000-07:00</published><updated>2010-10-30T22:01:26.188-07:00</updated><title type='text'>Biodata Dr. Hj. Megawati soekarno putri</title><content type='html'>BIODATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama : Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami : Taufik Kiemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : Tiga Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR/MPR RI, 1987-1992&lt;br /&gt;Anggota DPR/MPR RI, 1999&lt;br /&gt;Wakil Presiden RI, 1999-2001&lt;br /&gt;Presiden Ke-5 RI, 2001-2004&lt;br /&gt;Pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD Perguruan Cikini Jakarta, 1954-1959&lt;br /&gt;SLTP Perguruan Cikini Jakarta, 1960-1962&lt;br /&gt;SLTA Perguruan Cikini Jakarta, 1963-1965&lt;br /&gt;Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, 1965-1967 (tidak selesai)&lt;br /&gt;Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1970-1972 (tidak selesai)&lt;br /&gt;Organisasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis GMNI, 1965-1972&lt;br /&gt;Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PDI hasil Munas 1993, 22 Desember 1993-1998&lt;br /&gt;Peserta Konvensi Wanita Islam International di Pakistan, 1994&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hasil Kongres 1998 di Sanur, Bali, 1998 - April 2000&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hasil Kongres PDIP di Semarang, Jawa Tengah, April 2000-2005&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 2005-2009&lt;br /&gt;Penghargaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Priyadarshni Award” dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India, 19 September 1998&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, 29 September 2001&lt;br /&gt;Alamat Kantor : Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta 10110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat Rumah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resmi : Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Pribadi : Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;BIOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947) adalah Presiden Indonesia periode 23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004. Megawati adalah anak kedua Presiden Soekarno. Ia Biasa dikenal dengan nama Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendatang baru dalam kancah politik pada tahun 1987, saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkan Megawati sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah untuk mendongkrak suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Megawati ke kancah politik menjadikannya terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Ia merupakan presiden wanita pertama dan presiden kelima di Indonesia. Megawati dilantik menjadi presiden Indonesia pada tanggal 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, Megawati menjabat sebagai Wakil Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB. ADA YANG ANEH, DI BIODATA TERTULIS Dr, TAPI KATANYA KULIAHNYA TIDAK SELESAI, YANG BENAR YANG MANA ??? APA MUNGKIN DR HC???.&lt;br /&gt;BEDA LHO Dr sama DR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-8208438714423963664?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/8208438714423963664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/10/biodata-dr-hj-megawati-soekarno-putri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8208438714423963664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8208438714423963664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/10/biodata-dr-hj-megawati-soekarno-putri.html' title='Biodata Dr. Hj. Megawati soekarno putri'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-462186407620393803</id><published>2010-10-05T05:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T05:17:20.548-07:00</updated><title type='text'>PERSIKOTA tangerang</title><content type='html'>Sejarah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Sepak Bola Indonesia Kota Tangerang (disingkat Persikota atau Persikota Tangerang) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Tangerang. Tim berjuluk Bayi Ajaib ini didukung oleh kelompok suporter Banteng Mania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prestasi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liga Indonesia 1995/1996 : Juara Divisi Dua Liga Indonesia 1996/1997 : Juara Divisi Satu Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 3 Divisi Utama wilayah Tengah (Liga dihentikan) Liga Indonesia 1998/1999 : 10 Besar Divisi Utama (Juara grup C wilayah tengah) Liga Indonesia 1999/2000 : Semifinal Divisi Utama (peringkat 3 wilayah barat) Liga Indonesia 2001 : Peringkat 5 Divisi Utama wilayah Barat Liga Indonesia 2002 : Peringkat 6 Divisi Utama wilayah Barat Liga Indonesia 2003 : Peringkat 6 Divisi Utama Liga Indonesia 2004 : Peringkat 5 Divisi Utama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-462186407620393803?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/462186407620393803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/10/persikota-tangerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/462186407620393803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/462186407620393803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/10/persikota-tangerang.html' title='PERSIKOTA tangerang'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-4424707038460887668</id><published>2010-09-15T10:23:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T10:33:37.205-07:00</updated><title type='text'>Sejarah suku batak</title><content type='html'>Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Karo, Pakpak, Dairi, Toba, Simalungun, Mandailing, dan Angkola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang Batak menganut agama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah : &lt;br /&gt;Topografi dan alam Tapanuli yang subur, telah menarik orang-orang Melayu Tua (Proto Melayu) untuk bermigrasi ke wilayah Danau Toba sekitar 4.000 - 7.000 tahun lalu. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang-orang Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke Sumatera dan Filipina sekitar 2.500 tahun lalu, dan kemungkinan orang Batak termasuk ke dalam rombongan ini.[2]. Selama abad ke-13, orang Batak melakukan hubungan dengan kerajaan Pagaruyung di Minangkabau yang mana hal ini telah menginspirasikan pengembangan aksara Batak.[3]. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kamper yang diusahakan oleh petani-petani Batak di pedalaman. Produksi kamper dari tanah Batak berkualitas cukup baik, sehingga kamper menjadi komoditi utama pertanian orang Batak, disamping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera[4]. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kamper banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Penyebaran agama : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Islam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya pada tahun 1292, Marco Polo melaporkan bahwa masyarakat Batak sebagai orang-orang "liar yang musyrik" dan tidak pernah terpengaruh oleh agama-agama dari luar. Meskipun Ibn Battuta, mengunjungi Sumatera Utara pada tahun 1345 dan mengislamkan Sultan Al-Malik Al-Dhahir, masyarakat Batak tidak pernah mengenal Islam sebelum disebarkan oleh pedagang Minangkabau. Bersamaan dengan usaha dagangnya, banyak pedagang Minangkabau yang melakukan kawin-mawin dengan perempuan Batak. Hal ini secara perlahan telah meningkatakan pemeluk Islam di tengah-tengah masyarakat Batak. Pada masa Perang Paderi di awal abad ke-19, pasukan Minangkabau menyerang tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Namun penyerangan Paderi atas wilayah Toba, tidak dapat mengislamkan masyarakat tersebut, yang pada akhirnya mereka menganut agama Protestan. Kerajaan Aceh di utara, juga banyak berperan dalam mengislamkan masyarakat Karo, Pakpak, dan Dairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misionaris Kristen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak.[8] Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak - Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.[10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Nasrani dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya. Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia-Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Pada akhir tahun 1920-an, sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. Kemudian pada tahun 1941, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.&lt;br /&gt;    * Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.&lt;br /&gt;    * Begu : adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi, namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka. Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat, dimana boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerabatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan Sosilogis, sementara kekerabatan teritorail tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs narga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosopi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah dan sistem kemasyarakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni Tungku nan Tiga atau dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu, yakni Hula-hula, Dongan Tubu dan Boru ditambah Sihal-sihal. Dalam Bahasa Batak Angkola Dalihan na Tolu terdiri dari Mora, Kahanggi, dan Anak Boru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hulahula/Mora adalah pihak keluarga dari isteri. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat Batak (semua sub-suku Batak). Sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dongan Tubu/Kahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. Namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Boru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. Namun walaupun burfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan: Elek marboru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifak kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raji no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarombo :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum laki-laki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga.&lt;br /&gt;[sunting] Kontroversi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan sebagian orang Simalungun, Karo, Angkola, dan Mandailing tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari suku Batak. Dalam sensus penduduk tahun 1930 dan 2000, pemerintah mengklasifikasikan Simalungun, Karo, Toba, Mandailing,Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berpandangan demikian karena mereka kurang mengetahui apa dan siapa itu orang Batak. Semua marga yang ada di Simalungun, Karo, Angkola, dan Mandailing mempunyai pertalian darah dengan marga-marga induk yang pada umumnya berada di daerah Toba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-4424707038460887668?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/4424707038460887668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/sejarah-suku-batak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4424707038460887668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4424707038460887668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/sejarah-suku-batak.html' title='Sejarah suku batak'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-4084859730710877209</id><published>2010-09-12T11:48:00.001-07:00</published><updated>2010-09-12T11:51:03.775-07:00</updated><title type='text'>History chelsea fc</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TI0hDfOqGuI/AAAAAAAAAAw/rNqYQkI25v0/s1600/15952_213634255041_717995041_4608904_4148409_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TI0hDfOqGuI/AAAAAAAAAAw/rNqYQkI25v0/s320/15952_213634255041_717995041_4608904_4148409_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516101462405028578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chelsea Football Club has been good at celebrating special anniversaries. The year 2005 saw us reach the major milestone of 100 years-old. What better way was there to mark the centenary than by becoming champions of England for the second time in our existence?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our golden jubilee had been similarly honoured. The club won silverware in the 1960s, the 70s, the 90s and at the turn of the new millennium, but 1955 was the year we finished above all other teams in the League for the first time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was also Chelsea's earliest major trophy. The first five decades had seen the club develop into an integral part of sporting life in England's capital city with famous players and a large, often full stadium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chelsea were popular, but achievement fell a long way short of that now enjoyed by the current team, which began the second 100 years of Chelsea history as the best in the land and the biggest football story throughout the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even if trophy success proved elusive in the first 50 years, the club had been set up for the big time from the moment Henry Augustus Mears had a change of heart one Sunday morning in the autumn of 1904.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of all the decisions that have shaped the history of Chelsea FC, there can be none more crucial than the one this Edwardian businessman made that particular day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Mears was an enthusiast for a sport that had taken northern Britain by storm but had yet to take off in the capital in quite the same way. London at the turn of the century failed to provide a single team to the Football League First Division.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mears had spotted the potential for a football club to play at an old athletics ground at Stamford Bridge, an open piece of land in west London. It was a ground he planned to massively redevelop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But unforeseen problems had followed, as did a lucrative offer for the land. Mears was on the verge of selling up and abandoning his sporting dream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colleague Frederick Parker, an enthusiastic supporter of the football stadium project attempted to dissuade him but on the fateful Sunday morning, Parker was told he was wasting his time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the two walked on, without warning Mears' dog bit Parker, drawing blood and causing great pain, but only an amused reaction from Parker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You took that bite damn well," Mears announced before telling his accomplice he would now trust his judgement over others. "Meet me here at nine tomorrow and we'll get busy," he said. Stamford Bridge was alive once more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not that Chelsea FC was in the original plan. The finest sports stadium in London seemed a little out of place on the edge of well-heeled and arty Chelsea but as history shows, Mears had chosen well. The proximity to the vibrant centre of town made it perfect as a new venue for football.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to financial disagreement, nearby Fulham Football Club, already in existence declined an offer to abandon the less grand Craven Cottage and move in. So in contrast to the history of so many clubs, Mears decided to build a team for a stadium, rather than the other way round.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On March 10th 1905, a meeting convened opposite the stadium in a pub now called The Butcher's Hook. One item on the agenda was a name for the new club. Stamford Bridge FC, Kensington FC and intriguingly, London FC were all rejected. Chelsea FC was what it was to be - and the story had begun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Tait Robertson, a Scottish international was the first player/manager and a squad of respected players was signed, providing a league could be found to compete in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Southern League was the natural choice for our location but they were unwelcoming to these upstarts. Undaunted, Chelsea simply set our sights higher and went straight for the northern-dominated Football League.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On May 29th 1905, the Football League AGM dramatically elected us to the Second Division. Parker again proved persuasive as we became the first club ever to make the League without having kicked a ball.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-4084859730710877209?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/4084859730710877209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/history-chelsea-fc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4084859730710877209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/4084859730710877209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/history-chelsea-fc.html' title='History chelsea fc'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XWTHE_eEcr8/TI0hDfOqGuI/AAAAAAAAAAw/rNqYQkI25v0/s72-c/15952_213634255041_717995041_4608904_4148409_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-7803582046446932199</id><published>2010-09-09T08:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T08:24:24.827-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Software</title><content type='html'>for Browsers and Plugins Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firefox 4.0 Beta 2&lt;br /&gt;Flock 2.6.1&lt;br /&gt;Google Chrome 6.0.472.14 Beta&lt;br /&gt;Opera 10.60&lt;br /&gt;Safari 5.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Anti-Malware Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Aware 8.3.0.0&lt;br /&gt;AntiVir Personal 10.0.0.567&lt;br /&gt;Avast! Free Antivirus 5.0.594&lt;br /&gt;AVG Anti-Spyware 7.5.1.43&lt;br /&gt;AVG Free Edition 9.0.851&lt;br /&gt;BitDefender 10 Free Edition&lt;br /&gt;Kaspersky Anti-Virus 11.0.1.400&lt;br /&gt;McAfee VirusScan 10&lt;br /&gt;NOD32 AntiVirus 4.2.58&lt;br /&gt;Norton AntiVirus 2010 16.5.0.134&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Audio and Video Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adobe Media Player 1.7&lt;br /&gt;Any Video Converter 3.07&lt;br /&gt;Windows 7 Codecs 2.5.9&lt;br /&gt;Winamp 5.581 Full&lt;br /&gt;VLC Media Player 1.1.2&lt;br /&gt;Vista Codec Package 5.8.0&lt;br /&gt;Media Player Classic 6.4.9.1&lt;br /&gt;K-Lite Codec Pack 6.20 (Full)&lt;br /&gt;GOM Player 2.1.26.5021&lt;br /&gt;Codec Pack All-In-1 6.0.3.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Photos and Images Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACDSee 12.0.344&lt;br /&gt;Google Earth 5.2.1 Beta&lt;br /&gt;Picasa 3.6 Build 105.67&lt;br /&gt;PaintShop Photo Pro X3&lt;br /&gt;Inkscape 0.47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Messaging and Chat Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizmo Project 4.0.5.400&lt;br /&gt;Google Talk 1.0.0.104 Beta&lt;br /&gt;mIRC 7.1&lt;br /&gt;Skype 4.2.0.169&lt;br /&gt;Yahoo! Messenger 10.0.0.1270&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for File Transfer Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FileZilla 3.3.3&lt;br /&gt;FlashGet 3.5.0.1126&lt;br /&gt;Free Download Manager 3.0.852&lt;br /&gt;GetRight 6.3e&lt;br /&gt;Orbit Downloader 4.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Office and News Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adobe Reader 9.3.3&lt;br /&gt;Foxit Reader 4.0.0.0619&lt;br /&gt;OpenOffice.org 3.2.1&lt;br /&gt;PDFCreator 1.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for Developer Tools Downloads:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MySQL 5.1.49&lt;br /&gt;NetBeans IDE 6.9&lt;br /&gt;Notepad++ 5.7&lt;br /&gt;NSIS 2.46&lt;br /&gt;phpMyAdmin 3.3.5&lt;br /&gt;PostgreSQL 8.4.4.1&lt;br /&gt;Python 2.7&lt;br /&gt;VirtualBox 3.2.6.63112&lt;br /&gt;VMware Server 2.0.2&lt;br /&gt;VMware Player 3.1.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya bermanfaat untuk semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-7803582046446932199?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/7803582046446932199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/kumpulan-software.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7803582046446932199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7803582046446932199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/kumpulan-software.html' title='Kumpulan Software'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-5310499703345764665</id><published>2010-09-08T15:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T15:20:56.337-07:00</updated><title type='text'>Pidato Bung Karno "ganyang malaysia"</title><content type='html'>Kalau kita lapar itu biasa&lt;br /&gt;Kalau kita malu itu juga biasa&lt;br /&gt;Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!&lt;br /&gt;Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoo...ayoo... kita... Ganjang...&lt;br /&gt;Ganjang... Malaysia&lt;br /&gt;Ganjang... Malaysia&lt;br /&gt;Bulatkan tekad&lt;br /&gt;Semangat kita badja&lt;br /&gt;Peluru kita banjak&lt;br /&gt;Njawa kita banjak&lt;br /&gt;Bila perlu satoe-satoe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-5310499703345764665?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/5310499703345764665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/pidato-bung-karno-ganyang-malaysia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5310499703345764665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5310499703345764665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/09/pidato-bung-karno-ganyang-malaysia.html' title='Pidato Bung Karno &quot;ganyang malaysia&quot;'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-5867120124842857917</id><published>2010-08-29T12:07:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T20:55:46.158-07:00</updated><title type='text'>Walau dengan cara kejam</title><content type='html'>Perang mungkin akan menyakitkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika bumi pertiwi telah memanggil untuk dibela...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuasa hati untuk menolaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayalah Indonesiaku...!!﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikapun malaikat kematian datang memanggilku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan menyesal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu harga yang harus dibayar untuk kejayaan negeriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika darah mengucur dari badanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas dalam pikiranku..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian sebagai seorang pahlawan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak...cerita kepahlawananku akan bergulir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangpun menyebut dengan bangga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dialah pahlawan negeri kita..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dadaku..mana dadamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau menjadi seorang pengecut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang itu kejam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya tentu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika harga diri bangsa kita diinjak-injak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih sanggupkah kita menutup mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah itu tak pernah terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sudah muak dengan semua ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kata kejam untuk mempertahankan harga diri bangsa kita..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah semua penghinaan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah kita membiarkan jiran menginjak-injak harga diri kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah mereka merendahkan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhiri semua ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau dengan cara kejam sekalipun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; amri sianturi&lt;/span&gt; - &lt;br /&gt;30/08/2010  02:10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-5867120124842857917?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/5867120124842857917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/08/walau-dengan-cara-kejam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5867120124842857917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/5867120124842857917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/08/walau-dengan-cara-kejam.html' title='Walau dengan cara kejam'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-6403753300634015652</id><published>2010-08-27T01:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T01:54:37.586-07:00</updated><title type='text'>Soekarno</title><content type='html'>Kalau kita lapar itu biasa&lt;br /&gt;Kalau kita malu itu juga biasa&lt;br /&gt;Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!&lt;br /&gt;Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoo...ayoo... kita... Ganjang...&lt;br /&gt;Ganjang... Malaysia&lt;br /&gt;Ganjang... Malaysia&lt;br /&gt;Bulatkan tekad&lt;br /&gt;Semangat kita badja&lt;br /&gt;Peluru kita banjak&lt;br /&gt;Njawa kita banjak&lt;br /&gt;Bila perlu satoe-satoe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-6403753300634015652?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/6403753300634015652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/08/soekarno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6403753300634015652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/6403753300634015652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/08/soekarno.html' title='Soekarno'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-7398192144601564734</id><published>2010-07-31T09:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T01:59:00.041-07:00</updated><title type='text'>KEONG BERACUN</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i2.ytimg.com/vi/mipxPw8TkQc/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mipxPw8TkQc&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mipxPw8TkQc&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-7398192144601564734?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/7398192144601564734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/keong-racun-santo-dan-johan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7398192144601564734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/7398192144601564734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/keong-racun-santo-dan-johan.html' title='KEONG BERACUN'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-3596421589465224354</id><published>2010-07-13T01:54:00.001-07:00</published><updated>2010-08-27T01:57:13.555-07:00</updated><title type='text'>Revolusi</title><content type='html'>Amerika Latin: Benua Revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini adalah sebuah momentum ketika kaum kiri mampu menciptakan alternatif, menjadi kaum kiri yang konstruktif, bukan yang destruktif. (Marta Harnecker, 10 Januari 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Amerika Latin (selanjutnya disingkat: AL) sebagai “benua revolusi” saat ini, seperti pernyataan Fidel Castro telah menjadi basis penting bagi perubahan peta politik dunia di abad 21. Proses perubahan-perubahan politik di sejumlah negeri di AL sekaligus mengindikasikan kegagalan ideologi neoliberal dan awal kekalahan imperialis AS. Capaian Revolusi Bolivarian Hugo Chavez telah menjawab persoalan-persoalan mendesak rakyat diluar syarat-syarat kapitalisme, sekaligus menjadi inspirasi bagi konsolidasi gerakan melawan imperialisme di seluruh AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tiga per empat kawasan, atau 300 dari 365 juta penduduk AL, dipimpin oleh pemerintahan-pemerintahan ‘kiri’ dengan berbagai macam spekturmnya. Mereka terpilih dan berkuasa karena janji melepaskan negeri mereka dari jerat imperialisme.&lt;br /&gt;Perkembangan ini makin mengenalkan AL sebagai mata air referensi pengalaman revolusioner modern yang tiada habisnya, sejak usai perang dingin. AL adalah kawasan Dunia Ketiga yang pertama kali berjibaku dengan neoliberalisme. Di kawasan ini pula, varian-varian ideologi kerakyatan berkembang dinamis, mulai dari teologi pembebasan sampai filosofi pendidikan yang membebaskan (Paulo Freire), dari Revolusi Rakyat bersenjata hingga Revolusi Bolivarian. Berpijak dari sini, kami menyajikan sebuah ulasan singkat tentang perkembangan di AL, pada segi ekonomi politik dan gerakan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan Ruang Demokrasi (Lahirnya Pergolakan-Pergolakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dekade pelaksanaan agenda neoliberalisme di AL dan satu dekade terakhir berbuah krisis, berdampak pada kerusakan ekonomi negeri-negeri di region ini. Tak beda dengan di Indonesia, kelas yang paling berat menanggung dampak kerusakan ekonomi tersebut adalah rakyat miskin, buruh, petani, pedagang kecil, serta pengangguran. Dan bagian masyarakat termiskin di anak benua ini adalah masyarakat suku asli Indian yang semakin tersingkir di bawah ekonomi neoliberal.&lt;br /&gt;Situasi obyektif ekonomi ini didukung oleh faktor pengalaman perjuangan yang tak berjeda. James Petras menggolongkan perjuangan rakyat di AL ke dalam tiga gelombang gerakan dengan bentuknya masing-masing. Gelombang pertama pada fase 1970-an sampai pertengahan 1980-an, adalah era gerakan sosial baru, yang ditandai dengan kelahiran gerakan-gerakan lingkungan, feminis, hak asasi manusia, gerakan etik, dan LSM. Gelombang kedua sejak pertengahan 1980-an sampai saat ini, diwakili oleh gerakan tani dan buruh di pedesaan yang beroposisi terhadap neoliberalisme. Dan gelombang ketiga adalah gerakan yang berbasis di perkotaan, diwakili oleh kelas buruh industri dan kaum miskin kota. Kemajuan ini dicapai berkat keberhasilan gerakan memanfaatkan ruang demokrasi untuk meluaskan pengaruh politiknya.&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu lima tahun, setidaknya terjadi sepuluh kali pergolakan massa (uprising) berskala besar yang melibatkan jutaan rakyat secara aktif. Beberapa pergolakan yang bisa disebut di sini antara lain, di Venezuela tahun 2001 (untuk menggagalkan kudeta terhadap Chaves yang disponsori AS), di Argentina (2001), di Peru (2002), Bolivia pada tahun 2000, 2003 dan 2005, serta di Ekuador pada tahun 2000 dan 2005. Dalam waktu sepuluh tahun, empat belas presiden telah disingkirkan oleh pergolakan rakyat tersebut. Jumlah ini hanya mewakili ribuan aksi lainnya yang terjadi di seluruh AL, dan dalam kurun waktu yang lebih panjang, dengan kualitas tuntutan yang terus meningkat.&lt;br /&gt;Krisis dan pergolakan rakyat ini berpengaruh luas terhadap kesadaran kolektif rakyat, bukan hanya di negeri yang bergolak namun juga menyebar sampai ke seluruh negeri di kawasan ini. Setiap kabar dari negeri tetangga menjadi perhatian luas rakyat di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Angin Revolusi&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;Ini adalah pertanyaan besar bagi semua kalangan yang mengikuti perkembangan di AL dari luar. Kekuatan kiri berharap perubahan yang sedang terjadi terus menjauh dari pengaruh-pengaruh neoliberal, terutama dengan dimotori oleh para pemimpin kiri terpilih. Sementara kekuatan kanan mulai kebakaran jenggot dan cemas. Sebagian dari mereka mulai menyalahkan pemerintah AS karena “mengabaikan AL dan lebih memperhatikan Timur Tengah”, serta pemerintahan-pemerintahan pro neo-liberal di AL karena “reformasi ekonomi yang setengah-setengah”. Mereka tidak mengakui, bahwa “reformasi ekonomi” ke arah neoliberal itu lah yang melahirkan perlawanan-perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah perkembangan ke depan ditentukan oleh tiga faktor berikut:&lt;br /&gt;pertama, sejarah dan karakter masing-masing pemimpin ‘kiri’ terpilih dan konsistensi mereka menjalankan program-program anti imperialisme; ketiga, peran revolusioner pemerintah Venezuela dan Kuba; serta konsolidasi gerakan revolusioner di masing-masing negeri.&lt;br /&gt;Sejarah dan karakter pemimpin-pemimpin ‘kiri’ yang mengemban amanat revolusioner dari rakyat ini berbeda-beda. Misalnya, pemerintahan Lula da Silva di Brazil walau banyak disebut sebagai pemerintahan kiri-tengah sosial demokrat, namun kebijakan-kebijakan ekonominya anti buruh dan rakyat miskin. Pujian Washington, IMF dan Bank Dunia terhadap reformasi ekonomi Brazil yang pro neoliberalisme, harus dicatat sebagai basis historis yang buruk. Sementara Nestor Kirchner di Argentina mencapai satu-satunya prestasi ‘terbaik’ dengan menolak pembayaran lebih dari $140 miliar hutang kepada IMF—yang sebagian kemudian dicicil hingga lunas oleh Pemerintah Hugo Chavez baru-baru ini. Ada juga Tabare Vazquez, yang tak berhasil didorong oleh demonstrasi rakyat untuk menolak pembayaran hutang luar negeri sangat besar.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Lucio Gutierrez (Ekuador) dan Alejandro Toledo (Peru)? Keduanya dinilai sebagai pemimpin AL yang paling tidak populer di negerinya masing-masing karena mendukung agenda ALCA (FTAA)—perdagangan bebas AL. Gutierrez paling sering menghadapi pemogokan-pemogokan umum di negerinya, dan Toledo hampir dapat dipastikan tidak akan terpilih lagi pada pemilu di tahun ini. Adapun Ollanta Humala (Peru), kandidat Presiden yang mendukung platform Hugo Chavez mempunyai kesempatan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk Veronica Michelle Bachelet di Cili, cukup jelas bahwa jauh lebih besar harapan ketimbang kenyataan yang berjalan. Bachelet memang berasal dari keluarga yang mendukung pemerintahan Sosialis Salvatore Allende pada 1970-an awal, yang turut ditindas oleh diktator Pinochet. Situasi ini melahirkan simpati, sekaligus harapan bahwa Bachelet dapat menjadi ‘Allende Baru’ bagi Chili. Tapi, seperti pendahulunya Richardo Lagos, Bachelet belum menunjukkan komitmen anti imperialismenya—walau dalam janji pemilunya kesetaraan ekonomi dan pembanguan disebut sebagai target utamanya.&lt;br /&gt;Dalam pidato pertamanya sebagai presiden Bolivia, Morales mengeluarkan pernyataan yang memberi harapan besar: “Chávez tidak sendiri, rakyat AL mendukungnya. Inilah sebuah kenyataan baru.” Evo Morales Aymar menyusun kabinet pemerintahannya dengan komposisi sejumlah aktivis gerakan rakyat di dalamnya. Pemerintahan ini juga langsung membangun kerja sama dengan Venezuela dalam hal perminyakan, serta dengan Kuba dalam program pendidikan dan kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan rakyat Bolivia. Meski demikian, langkah-langkah Morales masih akan terus diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Penting Kuba dan Venezuela&lt;br /&gt;==========================&lt;br /&gt;Pasca kudeta yang diskenariokan Amerika Serikat terhadap Hugo Chavez di tahun 2002, Venezuela mulai memimpin ‘serangan balik’ secara terbuka melawan imperialisme dan pemerintahan imperialis AS. Bersama Kuba, Venezuela terus mengkonsolidasikan dan mengkongkritkan potensi-potensi perlawanan pemerintah negara-negara AL terhadap imperialisme.&lt;br /&gt;Mar del Plata, Argentina, menjadi saksi keberhasilan Chavez dan Castro mengkonsolidasikan penolakan terhadap FTAA sekaligus mendeklarasikan ALBA—the Bolivarian Alternative for the Americas (Alternatif Bolivarian untuk Rakyat Amerika) tahun lalu. ALBA adalah alternatif kerja sama AL melawan intervensi pasar bebas imperialis AS. Lula, Kirchner, dan Guiterrez berhasil didorong menandatangani kesepakatan tersebut. Bersama gerakan rakyat anti imperialisme yang tumpah ruah di jalan-jalan Argentina, Hugo Chavez berhasil membuat ketiga pemimpin negara itu menjilat ludah mereka sendiri (yang semula bermanis-manis dengan Washington mendukung FTAA).&lt;br /&gt;Kehadiran ALBA, meski masih pada tahap peran kampanye alternatif, sudah berhasil memagari pimpinan-pimpinan kiri setengah hati di AL untuk bergerak menuju prinsip-prinsip saling melengkapi (dari pada berkompetisi), solidaritas (daripada dominasi), kerja bersama (daripada eksploitasi) dan penghormatan kedaulatan rakyat (menggantikan kekuasaan korporasi) bagi kemajuan tenaga produktif negeri-negeri yang lebih miskin, sekaligus menjadi kekuatan tandingan bagi imperialis AS.&lt;br /&gt;Kuba dan Venezuela memelopori bentuk kerja sama ini, lewat metode pertukaran dokter dengan minyak; operasi mata gratis bagi penduduk miskin Venezuela ke Kuba setiap minggu—Mission Milagro. Kemudian bentuk ini diluaskan menjadi pertukaran minyak dengan bahan makanan dan pertanian, dokter dengan mesin-mesin produksi, bantuan modal untuk pengembangan energi minyak—namun bukan dnegan jalan memprivatisasikannya ke korporasi minyak-- dan penjualan minyak murah. Kerjasama ini mulai melibatkan Ecuador, Argentina dan Brazil (Petrosur), Colombia dan Paraguay. Semuanya bertujuan semata-mata demi kemajuan tenaga produktif ekonomi rakyat di AL.&lt;br /&gt;Pemerintah Chavez juga berhasil masuk dan mengubah orientasi MERCOSUR—Argentina-Brazil-Paraguay-Uruguay—dari sekadar blok perdagangan (minyak) yang mengejar profit. Chavez berkata; “Kita membutuhkan MERCOSUR yang memprioritaskan kepentingan rakyat. Kita membutuhkan MERCOSUR yang setiap hari bergerak semakin menjauh dari model integrasi korporasi elitis yang kuno, yang hanya mengejar keuntungan financial namun melupakan kaum buruh, anak-anak, dan martabat hidup manusia.”&lt;br /&gt;Minyak Venezuela memang menjadi sumber dana bagi kemajuan AL saat ini. Petro Caribe dibangun untuk menyediakan minyak yang murah untuk rakyat di wilayah Karibia, dan rencana membangun Petro America yang menyatukan perusahaan-perusahaan energi milik negara diseluruh AL. Termasuk membayarkan hutang Argentina kepada IMF sebesar $2,4 milyar agar “Argentina segera mengakhiri ketergantungannya dengan IMF”. Chavez juga menggagas pembentukan sebuah alternatif lembaga keuangan melawan IMF, yakni Bank of the South (Bank Selatan), agar negeri-negeri dapat meminjam dana tanpa terikat kebijakan-kebijakan neoliberal yang dipaksakan Washington.&lt;br /&gt;Dalam bidang budaya, sebuah stasiun televisi regional Telesur, diluncurkan 24 Juli lalu, bersamaan dengan peringatan hari lahir ke 222 Simon Bolivar. Telesur bertujuan menghancurkan hegemoni propaganda AS diseluruh benua ini. Sebuah perusahaan pertelevisian bersama antara Venezuela, Argentina, Cuba dan Uruguay, yang selama 24 jam penuh melakukan siaran sejak akhir Oktober lalu. Direktur informasi Jorge Botero, menjelaskan; “Dunia yang unipolar ini, di mana semua orang berkiblat ke utara dengan hormat dan berakhir pada pembudakan, harus segera diakhiri. Bagi kami, cakrawala sesungguhnya lebih luas terbentang daripada yang dilihat dari Washington, dan karena itulah moto kami ‘Utara Kami adalah Selatan’.”&lt;br /&gt;Diatas segalanya, inilah kemenangan dan hadiah yang luar biasa indah bagi rakyat Kuba yang selama bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan di bawah blokade AS. Kuba—bersama Venezuela—berhasil mengkonsolidasikan kekuatan seluruh AL, dan memenangkan pertempuran tanpa senjata, melainkan dengan ideologi sosialis dan solidaritas nyata yang, ternyata, jauh lebih ampuh dari senjata secanggih apapun. Inilah contoh Internasionalisme Sosialis di dalam praktek yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Rakyat untuk Sosialisme Abad 21&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;Tuntutan revolusioner yang menghendaki keadilan ekonomi melalui nasionalisasi—penolakan privatisasi—penyediaan lapangan pekerjaan, redistribusi tanah dan permodalan bagi pertanian, serta pemberantasan korupsi, semakin sulit ditawar lagi. Ini adalah situasi menguntungkan bagi konsolidasi dan kemajuan gerakan rakyat revolusioner di masing-masing negeri. Jatuh bangunnya gerakan adalah hal biasa dalam sejarah AL, namun kuatnya gelombang radikalisme menunjukkan bahwa kebangkitan kali ini tidak akan mudah dihancurkan.&lt;br /&gt;Di pembuka abad ini, gerakan rakyat AL—gerakan tani, buruh, kaum miskin tak bepekerjaan, mahasiswa progressif—berhasil mewujudkan persatuan yang bermanfaat. Ini merupakan pelajaran berharga bagi gerakan revolusioner di seluruh dunia, ketika eksistensi, sektarianisme, dan kompromi yang merugikan, menjadi duri sandungan bagi pembangunan persatuan. Dari perjuangan sektoral dan lokal, gerilya bersenjata di gunung dan perkotaan, perjuangan keserikat-buruhan dan hak-hak pengelolaan tanah, dari jalanan hingga gedung parlemen, semuanya semakin mengarah pada perjuangan untuk membangun dan mengkongkritkan model alternatif untuk menggantikan model kekuasaan neoliberal yang sudah bangkrut, menuju sosialisme abad 21.&lt;br /&gt;Revolusi Venezuela sudah menyebarkan kilau bagi revolusi di seluruh AL. Kemajuannya semakin jauh mendiskriditkan model ‘alternatif’ yang ramah terhadap neoliberalisme, seperti yang dibawa Lula. Pengkhianatan yang pernah dilakukan Brazil dengan membentuk “Sahabat Venezuela” yang pada kenyataannya mendukung kudeta terhadap Hugo Chavez, menorehkan catatan buruk yang harus terus diwaspadai oleh gerakan revolusioner di masing-masing negeri. Semakin nyata, kuat dan luas persatuan gerakan, akan semakin nyata, kuat dan luas pula program-program menuju Sosialisme abad 21 dapat menyebar, tak hanya di AL, bahkan diseluruh dunia.&lt;br /&gt;Ditengah-tengah deideologisasi, keengganan terlibat dalam pertempuran merebut kekuasaan di tingkat nasional, social movement di negeri-negeri maju saat ini harus mengakui bahwa: “Ya, Venezuela adalah sekutu terbaik gerakan sosial dunia saat ini”. Paling tidak inilah yang dinyatakan oleh Direktur Global Exchange Amerika, Deborah James, pasca kunjungannya dari Venezuela tahun lalu.&lt;br /&gt;Memang tak ada jalan lain, selain merebut kekuasaan dan membangun alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-3596421589465224354?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/3596421589465224354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/revolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/3596421589465224354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/3596421589465224354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/revolusi.html' title='Revolusi'/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-940437734167330743.post-8581341577687988801</id><published>2010-07-13T01:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T01:54:07.385-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Amerika Latin: Benua Revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini adalah sebuah momentum ketika kaum kiri mampu menciptakan alternatif, menjadi kaum kiri yang konstruktif, bukan yang destruktif. (Marta Harnecker, 10 Januari 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Amerika Latin (selanjutnya disingkat: AL) sebagai “benua revolusi” saat ini, seperti pernyataan Fidel Castro telah menjadi basis penting bagi perubahan peta politik dunia di abad 21. Proses perubahan-perubahan politik di sejumlah negeri di AL sekaligus mengindikasikan kegagalan ideologi neoliberal dan awal kekalahan imperialis AS. Capaian Revolusi Bolivarian Hugo Chavez telah menjawab persoalan-persoalan mendesak rakyat diluar syarat-syarat kapitalisme, sekaligus menjadi inspirasi bagi konsolidasi gerakan melawan imperialisme di seluruh AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tiga per empat kawasan, atau 300 dari 365 juta penduduk AL, dipimpin oleh pemerintahan-pemerintahan ‘kiri’ dengan berbagai macam spekturmnya. Mereka terpilih dan berkuasa karena janji melepaskan negeri mereka dari jerat imperialisme.&lt;br /&gt;Perkembangan ini makin mengenalkan AL sebagai mata air referensi pengalaman revolusioner modern yang tiada habisnya, sejak usai perang dingin. AL adalah kawasan Dunia Ketiga yang pertama kali berjibaku dengan neoliberalisme. Di kawasan ini pula, varian-varian ideologi kerakyatan berkembang dinamis, mulai dari teologi pembebasan sampai filosofi pendidikan yang membebaskan (Paulo Freire), dari Revolusi Rakyat bersenjata hingga Revolusi Bolivarian. Berpijak dari sini, kami menyajikan sebuah ulasan singkat tentang perkembangan di AL, pada segi ekonomi politik dan gerakan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan Ruang Demokrasi (Lahirnya Pergolakan-Pergolakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dekade pelaksanaan agenda neoliberalisme di AL dan satu dekade terakhir berbuah krisis, berdampak pada kerusakan ekonomi negeri-negeri di region ini. Tak beda dengan di Indonesia, kelas yang paling berat menanggung dampak kerusakan ekonomi tersebut adalah rakyat miskin, buruh, petani, pedagang kecil, serta pengangguran. Dan bagian masyarakat termiskin di anak benua ini adalah masyarakat suku asli Indian yang semakin tersingkir di bawah ekonomi neoliberal.&lt;br /&gt;Situasi obyektif ekonomi ini didukung oleh faktor pengalaman perjuangan yang tak berjeda. James Petras menggolongkan perjuangan rakyat di AL ke dalam tiga gelombang gerakan dengan bentuknya masing-masing. Gelombang pertama pada fase 1970-an sampai pertengahan 1980-an, adalah era gerakan sosial baru, yang ditandai dengan kelahiran gerakan-gerakan lingkungan, feminis, hak asasi manusia, gerakan etik, dan LSM. Gelombang kedua sejak pertengahan 1980-an sampai saat ini, diwakili oleh gerakan tani dan buruh di pedesaan yang beroposisi terhadap neoliberalisme. Dan gelombang ketiga adalah gerakan yang berbasis di perkotaan, diwakili oleh kelas buruh industri dan kaum miskin kota. Kemajuan ini dicapai berkat keberhasilan gerakan memanfaatkan ruang demokrasi untuk meluaskan pengaruh politiknya.&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu lima tahun, setidaknya terjadi sepuluh kali pergolakan massa (uprising) berskala besar yang melibatkan jutaan rakyat secara aktif. Beberapa pergolakan yang bisa disebut di sini antara lain, di Venezuela tahun 2001 (untuk menggagalkan kudeta terhadap Chaves yang disponsori AS), di Argentina (2001), di Peru (2002), Bolivia pada tahun 2000, 2003 dan 2005, serta di Ekuador pada tahun 2000 dan 2005. Dalam waktu sepuluh tahun, empat belas presiden telah disingkirkan oleh pergolakan rakyat tersebut. Jumlah ini hanya mewakili ribuan aksi lainnya yang terjadi di seluruh AL, dan dalam kurun waktu yang lebih panjang, dengan kualitas tuntutan yang terus meningkat.&lt;br /&gt;Krisis dan pergolakan rakyat ini berpengaruh luas terhadap kesadaran kolektif rakyat, bukan hanya di negeri yang bergolak namun juga menyebar sampai ke seluruh negeri di kawasan ini. Setiap kabar dari negeri tetangga menjadi perhatian luas rakyat di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Angin Revolusi&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;Ini adalah pertanyaan besar bagi semua kalangan yang mengikuti perkembangan di AL dari luar. Kekuatan kiri berharap perubahan yang sedang terjadi terus menjauh dari pengaruh-pengaruh neoliberal, terutama dengan dimotori oleh para pemimpin kiri terpilih. Sementara kekuatan kanan mulai kebakaran jenggot dan cemas. Sebagian dari mereka mulai menyalahkan pemerintah AS karena “mengabaikan AL dan lebih memperhatikan Timur Tengah”, serta pemerintahan-pemerintahan pro neo-liberal di AL karena “reformasi ekonomi yang setengah-setengah”. Mereka tidak mengakui, bahwa “reformasi ekonomi” ke arah neoliberal itu lah yang melahirkan perlawanan-perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah perkembangan ke depan ditentukan oleh tiga faktor berikut:&lt;br /&gt;pertama, sejarah dan karakter masing-masing pemimpin ‘kiri’ terpilih dan konsistensi mereka menjalankan program-program anti imperialisme; ketiga, peran revolusioner pemerintah Venezuela dan Kuba; serta konsolidasi gerakan revolusioner di masing-masing negeri.&lt;br /&gt;Sejarah dan karakter pemimpin-pemimpin ‘kiri’ yang mengemban amanat revolusioner dari rakyat ini berbeda-beda. Misalnya, pemerintahan Lula da Silva di Brazil walau banyak disebut sebagai pemerintahan kiri-tengah sosial demokrat, namun kebijakan-kebijakan ekonominya anti buruh dan rakyat miskin. Pujian Washington, IMF dan Bank Dunia terhadap reformasi ekonomi Brazil yang pro neoliberalisme, harus dicatat sebagai basis historis yang buruk. Sementara Nestor Kirchner di Argentina mencapai satu-satunya prestasi ‘terbaik’ dengan menolak pembayaran lebih dari $140 miliar hutang kepada IMF—yang sebagian kemudian dicicil hingga lunas oleh Pemerintah Hugo Chavez baru-baru ini. Ada juga Tabare Vazquez, yang tak berhasil didorong oleh demonstrasi rakyat untuk menolak pembayaran hutang luar negeri sangat besar.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Lucio Gutierrez (Ekuador) dan Alejandro Toledo (Peru)? Keduanya dinilai sebagai pemimpin AL yang paling tidak populer di negerinya masing-masing karena mendukung agenda ALCA (FTAA)—perdagangan bebas AL. Gutierrez paling sering menghadapi pemogokan-pemogokan umum di negerinya, dan Toledo hampir dapat dipastikan tidak akan terpilih lagi pada pemilu di tahun ini. Adapun Ollanta Humala (Peru), kandidat Presiden yang mendukung platform Hugo Chavez mempunyai kesempatan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk Veronica Michelle Bachelet di Cili, cukup jelas bahwa jauh lebih besar harapan ketimbang kenyataan yang berjalan. Bachelet memang berasal dari keluarga yang mendukung pemerintahan Sosialis Salvatore Allende pada 1970-an awal, yang turut ditindas oleh diktator Pinochet. Situasi ini melahirkan simpati, sekaligus harapan bahwa Bachelet dapat menjadi ‘Allende Baru’ bagi Chili. Tapi, seperti pendahulunya Richardo Lagos, Bachelet belum menunjukkan komitmen anti imperialismenya—walau dalam janji pemilunya kesetaraan ekonomi dan pembanguan disebut sebagai target utamanya.&lt;br /&gt;Dalam pidato pertamanya sebagai presiden Bolivia, Morales mengeluarkan pernyataan yang memberi harapan besar: “Chávez tidak sendiri, rakyat AL mendukungnya. Inilah sebuah kenyataan baru.” Evo Morales Aymar menyusun kabinet pemerintahannya dengan komposisi sejumlah aktivis gerakan rakyat di dalamnya. Pemerintahan ini juga langsung membangun kerja sama dengan Venezuela dalam hal perminyakan, serta dengan Kuba dalam program pendidikan dan kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan rakyat Bolivia. Meski demikian, langkah-langkah Morales masih akan terus diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Penting Kuba dan Venezuela&lt;br /&gt;==========================&lt;br /&gt;Pasca kudeta yang diskenariokan Amerika Serikat terhadap Hugo Chavez di tahun 2002, Venezuela mulai memimpin ‘serangan balik’ secara terbuka melawan imperialisme dan pemerintahan imperialis AS. Bersama Kuba, Venezuela terus mengkonsolidasikan dan mengkongkritkan potensi-potensi perlawanan pemerintah negara-negara AL terhadap imperialisme.&lt;br /&gt;Mar del Plata, Argentina, menjadi saksi keberhasilan Chavez dan Castro mengkonsolidasikan penolakan terhadap FTAA sekaligus mendeklarasikan ALBA—the Bolivarian Alternative for the Americas (Alternatif Bolivarian untuk Rakyat Amerika) tahun lalu. ALBA adalah alternatif kerja sama AL melawan intervensi pasar bebas imperialis AS. Lula, Kirchner, dan Guiterrez berhasil didorong menandatangani kesepakatan tersebut. Bersama gerakan rakyat anti imperialisme yang tumpah ruah di jalan-jalan Argentina, Hugo Chavez berhasil membuat ketiga pemimpin negara itu menjilat ludah mereka sendiri (yang semula bermanis-manis dengan Washington mendukung FTAA).&lt;br /&gt;Kehadiran ALBA, meski masih pada tahap peran kampanye alternatif, sudah berhasil memagari pimpinan-pimpinan kiri setengah hati di AL untuk bergerak menuju prinsip-prinsip saling melengkapi (dari pada berkompetisi), solidaritas (daripada dominasi), kerja bersama (daripada eksploitasi) dan penghormatan kedaulatan rakyat (menggantikan kekuasaan korporasi) bagi kemajuan tenaga produktif negeri-negeri yang lebih miskin, sekaligus menjadi kekuatan tandingan bagi imperialis AS.&lt;br /&gt;Kuba dan Venezuela memelopori bentuk kerja sama ini, lewat metode pertukaran dokter dengan minyak; operasi mata gratis bagi penduduk miskin Venezuela ke Kuba setiap minggu—Mission Milagro. Kemudian bentuk ini diluaskan menjadi pertukaran minyak dengan bahan makanan dan pertanian, dokter dengan mesin-mesin produksi, bantuan modal untuk pengembangan energi minyak—namun bukan dnegan jalan memprivatisasikannya ke korporasi minyak-- dan penjualan minyak murah. Kerjasama ini mulai melibatkan Ecuador, Argentina dan Brazil (Petrosur), Colombia dan Paraguay. Semuanya bertujuan semata-mata demi kemajuan tenaga produktif ekonomi rakyat di AL.&lt;br /&gt;Pemerintah Chavez juga berhasil masuk dan mengubah orientasi MERCOSUR—Argentina-Brazil-Paraguay-Uruguay—dari sekadar blok perdagangan (minyak) yang mengejar profit. Chavez berkata; “Kita membutuhkan MERCOSUR yang memprioritaskan kepentingan rakyat. Kita membutuhkan MERCOSUR yang setiap hari bergerak semakin menjauh dari model integrasi korporasi elitis yang kuno, yang hanya mengejar keuntungan financial namun melupakan kaum buruh, anak-anak, dan martabat hidup manusia.”&lt;br /&gt;Minyak Venezuela memang menjadi sumber dana bagi kemajuan AL saat ini. Petro Caribe dibangun untuk menyediakan minyak yang murah untuk rakyat di wilayah Karibia, dan rencana membangun Petro America yang menyatukan perusahaan-perusahaan energi milik negara diseluruh AL. Termasuk membayarkan hutang Argentina kepada IMF sebesar $2,4 milyar agar “Argentina segera mengakhiri ketergantungannya dengan IMF”. Chavez juga menggagas pembentukan sebuah alternatif lembaga keuangan melawan IMF, yakni Bank of the South (Bank Selatan), agar negeri-negeri dapat meminjam dana tanpa terikat kebijakan-kebijakan neoliberal yang dipaksakan Washington.&lt;br /&gt;Dalam bidang budaya, sebuah stasiun televisi regional Telesur, diluncurkan 24 Juli lalu, bersamaan dengan peringatan hari lahir ke 222 Simon Bolivar. Telesur bertujuan menghancurkan hegemoni propaganda AS diseluruh benua ini. Sebuah perusahaan pertelevisian bersama antara Venezuela, Argentina, Cuba dan Uruguay, yang selama 24 jam penuh melakukan siaran sejak akhir Oktober lalu. Direktur informasi Jorge Botero, menjelaskan; “Dunia yang unipolar ini, di mana semua orang berkiblat ke utara dengan hormat dan berakhir pada pembudakan, harus segera diakhiri. Bagi kami, cakrawala sesungguhnya lebih luas terbentang daripada yang dilihat dari Washington, dan karena itulah moto kami ‘Utara Kami adalah Selatan’.”&lt;br /&gt;Diatas segalanya, inilah kemenangan dan hadiah yang luar biasa indah bagi rakyat Kuba yang selama bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan di bawah blokade AS. Kuba—bersama Venezuela—berhasil mengkonsolidasikan kekuatan seluruh AL, dan memenangkan pertempuran tanpa senjata, melainkan dengan ideologi sosialis dan solidaritas nyata yang, ternyata, jauh lebih ampuh dari senjata secanggih apapun. Inilah contoh Internasionalisme Sosialis di dalam praktek yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Rakyat untuk Sosialisme Abad 21&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;Tuntutan revolusioner yang menghendaki keadilan ekonomi melalui nasionalisasi—penolakan privatisasi—penyediaan lapangan pekerjaan, redistribusi tanah dan permodalan bagi pertanian, serta pemberantasan korupsi, semakin sulit ditawar lagi. Ini adalah situasi menguntungkan bagi konsolidasi dan kemajuan gerakan rakyat revolusioner di masing-masing negeri. Jatuh bangunnya gerakan adalah hal biasa dalam sejarah AL, namun kuatnya gelombang radikalisme menunjukkan bahwa kebangkitan kali ini tidak akan mudah dihancurkan.&lt;br /&gt;Di pembuka abad ini, gerakan rakyat AL—gerakan tani, buruh, kaum miskin tak bepekerjaan, mahasiswa progressif—berhasil mewujudkan persatuan yang bermanfaat. Ini merupakan pelajaran berharga bagi gerakan revolusioner di seluruh dunia, ketika eksistensi, sektarianisme, dan kompromi yang merugikan, menjadi duri sandungan bagi pembangunan persatuan. Dari perjuangan sektoral dan lokal, gerilya bersenjata di gunung dan perkotaan, perjuangan keserikat-buruhan dan hak-hak pengelolaan tanah, dari jalanan hingga gedung parlemen, semuanya semakin mengarah pada perjuangan untuk membangun dan mengkongkritkan model alternatif untuk menggantikan model kekuasaan neoliberal yang sudah bangkrut, menuju sosialisme abad 21.&lt;br /&gt;Revolusi Venezuela sudah menyebarkan kilau bagi revolusi di seluruh AL. Kemajuannya semakin jauh mendiskriditkan model ‘alternatif’ yang ramah terhadap neoliberalisme, seperti yang dibawa Lula. Pengkhianatan yang pernah dilakukan Brazil dengan membentuk “Sahabat Venezuela” yang pada kenyataannya mendukung kudeta terhadap Hugo Chavez, menorehkan catatan buruk yang harus terus diwaspadai oleh gerakan revolusioner di masing-masing negeri. Semakin nyata, kuat dan luas persatuan gerakan, akan semakin nyata, kuat dan luas pula program-program menuju Sosialisme abad 21 dapat menyebar, tak hanya di AL, bahkan diseluruh dunia.&lt;br /&gt;Ditengah-tengah deideologisasi, keengganan terlibat dalam pertempuran merebut kekuasaan di tingkat nasional, social movement di negeri-negeri maju saat ini harus mengakui bahwa: “Ya, Venezuela adalah sekutu terbaik gerakan sosial dunia saat ini”. Paling tidak inilah yang dinyatakan oleh Direktur Global Exchange Amerika, Deborah James, pasca kunjungannya dari Venezuela tahun lalu.&lt;br /&gt;Memang tak ada jalan lain, selain merebut kekuasaan dan membangun alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/940437734167330743-8581341577687988801?l=amri85.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amri85.blogspot.com/feeds/8581341577687988801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/amerika-latin-benua-revolusi-saat-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8581341577687988801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/940437734167330743/posts/default/8581341577687988801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amri85.blogspot.com/2010/07/amerika-latin-benua-revolusi-saat-ini.html' title=''/><author><name>amri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
